Waspadai Penyakit Tech-Neck Bagi Pecandu Smartphone

Waspadai Penyakit Tech-Neck Bagi Pecandu Smartphone

198

Sudah menjadi bahasan umum jika kemajuan teknologi khususnya smartphone itu juga membawa dampak signifikan pada gaya hidup manusia. Bahkan peran dari smartphone itu sangat memudahkan aktifitas manusia, akan tetapi kehadiran alat canggih itu ternyata diluar kesadaran kita juga menybebkan sesuatu yang buruk terjadi pada kesehatan.

penyakit tech-neck
Penyakit tech-neck sangat diderita oleh para pecandu smartphone – via healthtap.com

Dengan menggunakan smartphone, segala aktifitas menjadi lebih mudah, jarak yang jauh terasa sangat dekat sekali, untuk mencari segala informasi yang dibutuhkan juga tidak perlu beranjak dari tempat tidur. Inilah yang membuat smartphone menjadi candu bagi para penggunanya.

Bagaimana tidak, ketika seseorang sudah berhadapan dengan yang namanya smartphone, waktu satu jam itu seakan-akan terasa seperti satu menit saja. Itulah sebabnya seseorang kadang tidak merasa bahwa mereka sudah melototin smartphone mereka dalam waktu yang lama. Jika sudah begitu, maka kesehatan kita sudah pasti akan dalam bahaya. Salah satunya adalah serangan penyakit Tech-Neck.

Apa sih tech-neck itu?

Tech-neck adalah rasa sakit pada leher di bagian belakang. Kita pasti sudah seringkali melihat bagaimana gaya para pengguna smartphone itu ketika asyik tenggelam dalam dunia smartphone mereka. Kepala menunduk, punggung yang melengkung seiring dengan bahu mereka yang juga ikut-ikutan melengkung.

Menurut mereka ini adalah posisi yang sempurna dan nyaman, akan tetapi tahukah kita bahwa posisi seperti itu sebenarnya adalah posisi yang sangat berbahaya sekali bagi kesehatan terutama leher.

Para pengguna smartphone tidak pernah menyadar itu sebab mereka sudah terlalu asyik dengan jari jemari mereka yang terus pencet sana pencet sini yang membuat mereka betah berlama-lama dengan posisi seperti itu.

Lantas apa yang menyebabkan terjadinya tech-neck?

Tuhan sudah menciptakan manusia sedemikian rupa beserta fungsinya masing-masing. Terutama leher, leher memang diciptakan untuk menopang kepala manusia yang beratnya kurang lebih sekitar  kg ketika manusia sudah dewasa.

Tahukah kita bahwa posisi kepala menunduk disertai dengan punggung dan bahu yang melengkung itu sebenarnya akan menambah beban pada leher kita secara tidak langsung.

Meskipun punggung dan bahu letaknya di bawah leher, akan tetapi dengan posisi yang sepeti itu maka segela tekanan dan beban otomatis akan mengarah pada leher dan akan membuat leher seseorang akan terasa sakit. Tapi saking asyiknya mereka bermain, maka rasa sakit itu tidak mereka rasakan yang akan berkibat semakin parah.

Apa saja tanda-tanda seseorang terserang tech-neck?

Efek dari posisi kepala menunduk dan punggung yang melengkung ke depan itu memang tidak langsung kita rasakan, dampaknya akan terasa beberapa waktu setelah itu. Bahkan mungkin bisa dalam waktu yang lama yang jelas tech-neck pasti akan terjadi jika kebiasaan mengambil posisi tersebut tidak segera dihilangkan.

Gejala pertama biasanya akan diawali dengan rasa nyeri dan kaku di sekitar leher serta bahu.

Lambat laun rasa nyeri dan kaku itu akan merambat pada seringnya seseorang merasakan sakit kepala secara tiba-tiba, kesemutan di bagian leher dan kepala bagian belakang (jangan dikira kepala tidak bisa kesemutan), dan parahnya rasa sakit seperti akan dirasakan setiap hari jika tech-neck sudah mulai parah.

Nah jika kalian mengalami gejala-gejala seperti itu maka itu artinya anda harus segera menghentikan posisi bermain smartphone dengan gaya menunduk dan punggung melengkung.

Sebab jika kalian tidak menghiraukannya, jangan tanya mengapa kalian suatu saat bisa lumpuh. Kabar buruknya adalah, sejauh ini belum ditemukan obat untuk menyembuhkan penyakit tech-nech sebab penyakit ini tergolong baru. Masih semenjak manusia akrab dengan smartphone.

Apa yang harus dilakukan jika sudah terlanjur terserang tech-neck?

Ini dia yang penting, mengingat belum ditemukannya obat yang bisa menyembuhkan tech-neck. Jalan satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah melakukan terapi untuk memperbaiki strain otot. Terapi ini tidak sebentar, perlu proses yang lama.

Selain melakukan terapi, ada baiknya kita konsultasikan juga hal itu pada dokter agar bisa diberikan saran yang tepat ketika kita menjalani terapi tersebut.

Kalau memang begitu, apa yang harus dilakukan agar tidak sampai terjadi tech-neck?

Ketika anda sedang bermain smartphone, usahakan anda melakukan gerakan-gerakan kecil seperti menolehkan kepala ke kanan dan ke kiri selama beberapa detik saja, minimal 5 detik. Selain itu anda juga bisa memiringkan kepala dan menahannya selama kurang lebih sekitar 15 – 20 detik.

Selanjutnya anda juga bisa memutar kepala searah jarum jam atau ke kiri untuk melemaskan otot-otot pada leher, lakukan hal itu sampai beberapa putaran. Jika perlu, anda bisa melakukan gerakan-gerakan diatas sambil menegakkan badan anda agar tulang pada punggung anda bisa rileks dan tidak terlalu kaku.

Komentar

Loading...