Apakah Trombosit Tinggi Itu Bebahaya? Ini Dia Dampaknya

Apakah Trombosit Tinggi Itu Bebahaya? Ini Dia Dampaknya

144

Harianpost.co.id – Bicara soal trombosit, biasanya orang akan lebih menaruh perhatian ketika mereka mengalami penurunan trombosit. Ya, memang saat trombosit dalam tubuh seseorang itu menurun, maka orang tersebut biasanya akan terkenan penyakit yang sering kita kenal dengan Demam Berdarah. Trombosit rendah atau menurun itu akibat dari pembekuan darah di dalam tubuh.

penyebab trombosit tinggi
Trombosit Tinggi akan mengakibatkan timbulnya berbagai macak penyakit berbahaya – via mediskus.com

Jadi, trombosit rendah itu apakah berbahaya? Jawabannya ya.

Namun demikian, bukan berarti ketika trobosit dalam tubuh naik atau tinggi, seseorang juga akan semakin sehat. Trombosit tinggi itu juga berbahaya, bahayanya juga sama dengan ketika trombosit turun atau rendah. Pertanyaannya, seberapa bahaya kah itu? Sebelum menjawabnya, ada baiknya kita tahu terlebih dahulu pada angka berapa saja tubuh seseorang itu memiliki trombosit normal. Trombosit atau kepingan darah dikatakan normal jika jumlahnya berada pada angka 150.000 hingga 450.000 sel darah per mikroliter.

Penderita demam berdarah, sudah pasti jumlah trombosit kurang dari 150.000 yang akan mengakibatkan pembekuan darah dan jika dibiarkan orang tersebut akan mati, hal ini sering kita lihat pada kasus kematian akibat penyakit demam berdarah.

Nah, jika jumlah trombosit seseorang terlalu tinggi atau berada di atas angka 450.000 sel per mikroliter, maka juga akan terjadi kelainan darah yang juga akan memicu banyaknya penyakit seperti serangan jantung, dan yang  paling mengerikan adalah kanker. Jadi mulai sekarang jangan pernah menganggap remeh trombosit yang tinggi, sebab anda baru saja tahu seperti itulah dampaknya.

Lantas apa saja faktor yang menyebabkan trombosit seseorang menjadi tinggi? Ini yang perlu dan wajib anda ketahui. Ada faktor primer dan sekunder yang menjadi penyebabnya.

Dari faktor primer, atau disebut dengan trombositosis Esensial (trombosit primer) ini merupakan penignkatan jumlah trombosit yang tidak dipicu oleh sesuatu, terjadi dengan sendirinya karena ada kelainan dalam darah. Apakah ada faktor yang menyebabkan kelainan itu? Ada. Pada sumsum tulang dan DNS telah memproduksi sel-sel darah yang akhirnya membentuk trombosit secara berlebihan. Ibarat air sungai yang meluap dengan hebatnya, maka airnya akan tumpah ke tempat-tempat lainnya, begitu pula dengan sel-sel darah yang berlebihan tadi, kelebihan sel darah yang nantinya menjadi trombosit akan masuk ke dalam darah seseorang secara terus menerus dan berujung pada terjadinya reaksi-reaksi yang tidak wajar.

Sedangkan dari faktor sekunder, atau biasa disebut dengan trombositosis reaktif, merupakan peningkatan trombosit karena adanya kondisi yang memicunya. Apa saja pemicunya? Banyak sekali, mulai dari infeksi yang sudah terlalu parah (akut), pendarahan yang juga parah, hemolisis, peradangan pada bagian tubuh yang parah, gangguan pada ginjal, dan lain-lain bahkan bisa terjadi akibat mengkonsumsi obata-obatan dengan dosis yang tinggi seperti Epinefrin, Tretionin, dan juga Vincristine.

Untuk bisa mengetahui apakah seseorang itu memiliki trombosit yang tinggi adalah dengan cara pemeriksaan hasil tes darah, dari situ akan diketahui trombosit seseorang dalam kondisi rendah, normal atau tinggi. Maka jika diketahui dalam kondisi yang tinggi, segeralah berkonsultasi dengan dokter apakah tingginya trombosit itu masuk dalam kategori primer atau sekunder.

Saking berbahayanya efek dari trombosit yang tinggi itu bahkan sampai diperlukan pengobatan secara intensif dari dokter. Kemudian seseorang harus merubah pola hidupnya menjadi lebih sehat kembali dengan cara menjauhi rokok (aktif maupun pasif), sering melakukan cek darah untuk mengetahui tensinya, dan satu lagi, jangan terlalu sering mengkonsumsi obat anti nyeri.

Komentar

Loading...