Mengejutkan! 80% Orang Amerika Tidak Tahu Bedanya Berita Dan Iklan Di Internet

Mengejutkan! 80% Orang Amerika Tidak Tahu Bedanya Berita Dan Iklan Di Internet

152

Harianpost.co.id – Bagian para pengguna internet yang mana mereka bertindak hanya sebagai penikmat internet saja, mungkin akan sangat terganggu dengan keberadaan iklan yang ada di halaman-halaman yang sedang mereka kunjungi. Namun di sisi lain, iklan justru menjadi sesuatu yang sangat menguntungkan bagi para pemilik situs-situs website. Sebab dari iklan itulah mereka akan mendapatkan penghasilan, bahkan penghasilan mereka yang didapatkan dari iklan itu tergolong sangat besar sekali.

iklan dan berita
Remaja Amerika tidak mampu membedakan berita dan iklan do internet – via beritateknologi.com

Penghasilan besar yang didapatkan para pemilik situs itu tentu adalah akibat dari ketidak tahuan orang-orang tentang bedanya iklan dengan berita yang ada di halaman situs tersebut.

Kebanyakan pemilik situs menempatkan sebuah iklan di tempat-tempat yang sangat strategis yang mana akan dengan mudah diklik oleh pengunjung situs tersebut. Dan yang lebih mengejutkan lagi, tenyata sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Stanford, menunjukkan grafik yang mana masayarakat terutama mereka yang masih remaja di Amerika Serikat masih banyak yang tidak tahu perbedaan antara mana yang iklan dan mana yang berita.

Sebenarnya penelitian ini dilakukan pihak Universitas hanya untuk sekedar tahu seberapa jauh tingkat literasi para remaja di Amerika, untuk itulah mereka akhirnya diminta agar melakukan reaksi, tanggapan atau respond dari banyaknya tulisan yang muncul di berbagai macam media di internet terutama Facebook, Twitter, website, dan platform lainnya.

Dan hasilnya sungguh mencengangkan, ada sekitar hampir 8 ribu remaja yang datang dari kalangan pelajar dan tinggal di berbagai Negara di Amerika yang melakukan kesalahan dalam memilih berita.

Dari hasil tersebut, jadilah para peneliti itu memberikan kesimpulan bahwasannya tingkat persepsi para remaja di Amerika masih sangat rendah sekali. Hal ini tentu bertolak belakang dengan anggapan dari berbagai pihak yang mengira bahwa seorang remaja memiliki kemampuan yang lebih lancar dalam bersosial media. Mereka diklaim sebagai pihak yang lebih tahu cara untuk memperoleh informasi dengan baik dan benar di beberapa sosial media, namun faktanya berbalik 180 derajat.

Fakta mengejutkan itu memang hanya dilakukan oleh Universitas Stanford di sekitar Amerika saja. Akan tetapi, ternyata di Amerika dan Indonesia ternyata memiliki fenomena yang mirip, jadi tidak heran jika hasil penelitian yang sama juga didapatkan di Indonesia.

Terutama, saat ini kedua Negara itu mempunyai permasalahan yang sama, apa itu? Semakin banyaknya berita HOAX. Maka dari itu, perlu sekali untuk memiliki kemampuan berselancar di dunia maya guna mendapatkan informasi yang akurat dari para pengguna internet.

Pertanyaannya, jika dalam hal membedakan mana itu berita dan mana itu iklan masih belum bisa, dari mana mereka akan bisa mendapatkan berita yang akurat? Yang ada mungkin pemilik situslah yang justru mendapatkan target akurat. Megingat sekarang ini banyak sekali pemilik situs yang pandai dalam menempatkan iklan dan mengkaburkan iklan hingga persis seperti judul berita.

Komentar

Loading...