Hacker Rusak Sistem Transportasi San Fransisco Dengan Ransomware

Hacker Rusak Sistem Transportasi San Fransisco Dengan Ransomware

98

Harianpost.co.id – Para pengusaha dan semua badan-badan usaha sepertinya mulai sekarang harus berhati-hati dengan serangan virus ransomware yang dilakukan oleh para hacker. Ransomware masih tergolong dari virus malware yang memiliki kemampuan untuk merusak segala sistem pada perusahaan yang menggunakan perangkat elektronik khususnya mereka yang juga menggunakan jeringan internet.

Ransomware
Akibat serangan Ransomware, sistem transportasi SFMTA Lumpuh total – via beritateknologi.com

Perusahaan besar yang sudah menjadi korban dari ulah hacker menggunakan ransomware ini adalah perusahaan di San Fransisco yang bergerak di bidang transportasi, San Francisco Municipal Transportation Agency (SFMTA).

Akibat dari serangan hacker tersebut, sistem pelayanan tiket yang mereka terapkan tidak bekerja alias berhenti total. Perlu kalian tahu bahwa sistem transportasi di SFMTA ini adalah satu dari sistem layanan terbaik di dunia, dan mereka (hacker) bisa menghentikan dan merusaknya.

Dengan kejadian itu, otomatis dampaknya sangat terasa sekali bagi para pengguna transportasi yang terhubunga dengan perusahaan MTA tersebut. Setiap stasiun yang menggunakan layanan SFMTA itu semua layar monitor yang ada terdapat tulisan “Out Of Order”.

Parahnya lagi, hacker yang menyebarkan ransomware di SFMTA itu juga meminta tebusan agar sistem operasi bisa dikembalikan seperti semula. Jumlah tebusan yang mereka minta tergolong tinggi untuk kasus sabotase pada perusahaan transportasi, $73 atau setara dengan uang 988 juta rupiah, hampir mendekati 1 milliar rupiah.

Untuk mengatasi hal itu, pihak MTA dan juga stasiun yang bersangkutan tetap membolehkan para penumpang untuk masuk dengan “GRATIS”. Kerusakan sistem transportasi yang dialami MTA ini berjalan hingga dua hari lamanya, setelah itu operasinya kembali normal seperti biasa.

Masih belum diketahui apakah kemblai sistem operasi mereka ini karena mereka telah menuruti permintaan hacker dengan membayar uang tebusan atau mereka melakukan data restore. Yang jelas, cara menghindari serangan malware perlu keamanan yang kuat. Dan ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pemilik usaha lain di dunia, siapa tahu selanjutnya giliran milik anda.

Komentar

Loading...