Tips Sukses Dari Pengusaha Sukses Tidak Selalu Sukses Di Tangan Anda, Kecuali…

Tips Sukses Dari Pengusaha Sukses Tidak Selalu Sukses Di Tangan Anda, Kecuali…

1117
memuat...

Harianpost.co.id – Seiring dengan perkembangan bisnis yang semakin kesini semakin tak terbendung perkembangannya, kita sebagai pelaku atau mungkin masih memulai menjalankan bisnis kita yang baru dari awal sepertinya harus rela untuk kerja ekstra keras demi mencapai satu tujuan yang mana orang menyebutnya dengan “kesuksesan”. Dikatakan kerja ekstra keras, sebab memang untuk mencapai tujuan itu (sukses dan kaya) di era modern ini tak semudah atau tak segampang kita berkedip tau-tau uang sudah ada di depan kita.

Pola pikir yang wajib dihindari ketika menjalankan bisnis
Tips menjadi pengusaha sukses – foto: pixabay.com

Ditambah lagi pesaing-pesaing dengan otak jenius semakin bertebaran di luar sana. Hal itu seringkali harus memaksa kita untuk terus belajar dan belajar lagi, sekalipun usaha yang kita jalankan bisa dikatakan berkembang.

Bagi mereka yang realitis, terus berdiri dan bertarung adalah jalan satu-satunya menggapai impian menuju kesuksesan. Dengan belajar dari pengalaman-pengalaman diri sendiri seperti kegagalan masa lalu  atau mungkin belajar dari pengalaman orang lain yang sudah terlebih dahulu mencicipi nikmatnya hasil kerja keras mereka, sepertinya memang menjadi sesuatu yang penting untuk diterapkan.

Sialnya, kebanyakan orang sering menganggap enteng bahwa untuk bisa keluar dari zona merah alias persaingan yang ketat, belajar dari kegagalan-kegagalan masa lalu itu sudah cukup. Pada kenyataannya, tidak.

“Saya sudah menghindari cara-cara itu, tapi mengapa masih saja tetap gagal ya? Coba cara ini saja deh”.

Sebagai pelaku bisnis, memiliki pola pikir seprti itu memang bagus, tapi perlu kita ingat bahwa tidak selamanya seseorang bisa bertarung sendirian di medan perang. Ketika rasa lelah menghampiri, ketika tenaga dan pikiran sudah terkuras, sehingga tidak bisa lagi mencari celah untuk memenangkan pertarungan alias sudah mentok, cerita perjuangan kita akan tamat sampai disitu saja.

Jadi, apa yang perlu kita lakukan?

Belajar dari pengalaman orang lain adalah sesuatu yang kita butuhkan dalam kondisi yang seperti itu.

Banyak sekali cara agar kita bisa mempelajarinya, seperti misalnya:

  • Melihat sepak terjang mereka dari awal hingga sukses lalu mencontohnya.
  • Mempelajari teknik-teknik yang mereka terapkan kemudian menerapakannya pada bisnis kita juga.
  • Atau mengikuti seminar-seminar bisnis dari orang-orang yang sudah sukses terlebih dahulu.
  • Atau mungkin menghindari cara yang membuat pesaing kita gagal tapi kita belum pernah melakukannya, dll.

Dan cara yang paling sering dilakukan oleh pelaku bisnis muda di Indonesia biasanya mengikuti seminar dengan nara sumber orang yang sudah sukses seperti Jack Ma, Bong Candra, Bob Sadino, dll. Ini memang sering sekali terjadi.

Ketika kita berada di dalam seminar tersebut dan mendengarkan segala motivasi-motivasi yang diberikan oleh motivator, tak jarang dari dalam diri seseorang itu muncuk energi yang seolah-olah membakar semangat kita untuk tetap bekerja keras dan menumbuhkan kepercayaan diri yang tinggi

Itulah kehebatan seminar.

Dan pada saat itu juga seolah-olah kita benar-benar sudah menemukan jalan keluar dan bisa mentas dari jeratan persaingan. Tapi pada akhirnya, tidak semuanya berjalan lancar. Jangankan sesuai dengan nasehat para motivator, sesuai dengan rencana saja tidak.

Apa sebabnya?

Nah ini dia yang akan kita bahas sampai tuntas, lanjut terus bacanya.

Kebanyakan memang begitu, kita sudah menerapkan hal yang sama dengan apa yang dilakukan orang lain akan tetapi hasilnya tetap saja berbeda, bahkan terkadang hasil yang kita dapatkan malah lebih buruk. Dan ternyata penyebabnya tetap kembali pada pola pikir masing-masing, sedangkan pola pikir setiap orang itu tidaklah sama. kalaupun toh ada orang yang mempunyai pola pikir sama, bisa dihitung dengan jari.

Pola pikir yang bagaimana? Macam-macam, tapi pada dasarnya jika kita tetap memiliki beberapa pola seperti yang akan penulis jelaskan di bawah ini, jangankan berhasil menjalankan rencana sendiri, mengikuti tips dari pengusaha-pengusaha sukses saja kita tidak akan pernah mendapatkan goal.

Jadi, inilah beberapa pola pikir yang WAJIB kita hindari ketika menjalankan bisnis:

Merasa nyaman atau puas dengan kondisi keuangan kita sekarang ini (sekalipun kita sudah dibilang berhasil)

Sifat inilah yang sering menjadi biang keladi keterpurukan seseorang. Mentang-mentang sudah punya uang banyak, mentang-mentang keuangannya sudah bisa mencukupi kebutuhan bahkan untuk kebutuhan beberapa tahun ke depan, mentang-mentang bisnis sudah berjalan dan uang terus ngacir, lantas kita berhenti dsitu.

Pertanyaannya, sempatkah kita berpikir bahwa segala sesuatu yang tidak kita inginkan bisa terjadi kapan saja?

Dan siapa tahu jika semua itu bisa saja merampas semua yang kita miliki hanya dalam hitungan hari? Mungkin saja ada sesuatu yang terlewatkan dari pikiran kita bahwa pengusaha yang sukses itu tidak akan berhenti di satu titik saja.

Ambil saja contoh pemilik dari facebook, Mark Zuckerberg. Berhentikah dia dengan hanya mendirikan facebook saja? Tidak. Bahkan baru-baru ini telah diketahui bahwa instagram juga telah jatuh ke tangannya. Apa alasannya dia membeli instagram? Selain untuk bisa mengembangkan bisnisnya, saat itu juga dia mendapatkan bonus terindah, apa itu? Sudah jelas pesaingnya hilang satu.

Itu masih satu contoh, masih banyak lagi contoh-contoh lainnya. Mau dikasih contoh lagi? Oke, siapa sih yang tidak kenal Jack Ma. Ia adalah pengusaha tersuskes di Asia dengan bisnis toko onlinenya, Alibaba. Kita juga pasti tahu seberapa besar Alibaba.

Tapi ia masih terus mengembangkan usaha bisnisnya dengan memutuskan untuk membeli Lazada, salah satu toko online besar di Indonesia. Jangan Tanya lagi alasannya kenapa, sudah pasti sama dengan si Mark tadi.

Sudah ya contohnya? Kebanyakan contoh malah buang-buang waktu, toh dengan 2 contoh pengusaha terkenal tadi pasti sudah cukup menjelaskan mengapa kita tidak boleh berpuas diri dengan kondisi keuangan kita.

Pola pikir yang harus kita hindari selanjutnya, takut untuk terus belajar dan mencoba hal baru, SEKALIPUN KITA SUDAH LAMA BERKECIMPUNG DI DUNIA BISNIS TERTENTU

Takut mencoba atau malas belajar hal-hal yang baru adalah pemikiran orang miskin plus bodoh, maaf kalau kasar. Tapi memang begitulah kenyataannya, iya kan? Sadar atau tidak, sebenarnya ketika kita takut mencoba hal baru dan merasa nyaman dengan keadaan kita sekarang, justru pada saat itulah sebenarnya kita menghindari kekayaan yang lebih besar.

Ketika seseorang tersanjung dengan pujian-pujian, seringkali mereka terlena dan menganggap diri mereka sudah hebat. Yang berujung pada rasa ketidak inginan untuk belajar hal baru lagi, sebab mereka merasa semuanya sudah dikuasai dan tak ada lagi pelajaran yang lebih tinggi.

Di sisi lain, para pesaingnya sudah membentuk kekuatan baru yang bisa jadi lebih hebat, dan jika kita tetap merasa puas diri dan nyaman, besar kesempatan kenyamanan itu akan berubah menjadi malapetaka.

Itu juga alasan mengapa para pengusaha sukses terus mengasah insting dan ketajaman mereka dengan terus belejar sesuatu dari pengalaman dirinya atau saling berbagi dengan pengusaha-pengusaha lainnya tanpa rasa malu untuk bertanya.

Pola pikir terakhir yang harus kita hindari dan yang paling membahayakan adalah menganggap sepele soal datangnya keberuntungan

Jangan dikira bahwa keberuntungan bisa datang tanpa adanya usaha yang lebih. Coba kita pikir lagi, apakah dengan hanya berdiam diri dengan apa yang kita miliki keruntungan akan mudah datang? Jelas tidak. Dan tahukah kita bahwa keberuntungan itu bisa kita ciptakan dengan besarnya usaha kita?

Pintu keberuntungan itu hanya satu, dan yang antri di depan pintu tersebut jumlahnya jutaan orang. Sedangkan pintu itu hanya bisa dilewati oleh satu orang saja, siapa? Orang yang usahanya lebih keras. Jadi semakin keras usaha seseorang, dan semakin banyak usaha seseorang maka pintu keberuntungan akan semakin terbuka bagi orang itu.

Kali ini kita mungkin beruntung mendapatkan banyak keuntungan, “Ah ya sudahlah kalau begitu cukup begini saja yang aku lakukan, toh nanti aku juga akan beruntung lagi”, itu artinya kita sedang pasrah dengan keadaan.

Jadi, dengan menghindari ketiga pola pikir di atas, segala nasehat-nasehat atau tips yang diberikan oleh para pengusaha sukses akan bisa kita terapkan dengan baik dan sesuai dengan harapan mereka juga tentunya. Dan tidak menutup kemungkinan bahwa ktia bisa mengikuti jejak mereka menjadi orang sukses atau malah bisa lebih sukses lagi dari mereka.

So, hati-hati dengan pola pikir itu ya.

Komentar

Loading...