Bank Indonesia: Rupiah Tertekan, Ini Hal Yang Wajar

Bank Indonesia: Rupiah Tertekan, Ini Hal Yang Wajar

248

Bank-Indonesia-Rupiah-Tertekan-Ini-Hal-Yang-Wajar

Harianpost.co.id Dalam beberapa hari belakangan, nilai tukar rupiah telah mengalami tekanan. Tren pelemahan rupiah bahkan terjadi cukup signifikan pada bulan Mei ini.

Menurut Bank Indonesia, pelemahan nilai tukar rupiah ini adalah hal yang wajar. Hal ini merupakan pengaruh dari sentimen global, oleh karena itu Bank Indonesia nampak tak terlalu khawatir melihat fenomena ini.

Agus DW Martowardjojo selaku Gubernur Bank Indonesia menjelaskan, pelemahan rupiah yang telah terjadi ini setidaknya diakibatkan oleh dua macam sentimen global.

“Ini adalah lebih dari ketika hasil FOMC meeting dibahas kelihatan bahwa FOMC berkeyakinan ada kesempatan didukung oleh data Juni nanti Fed Fund Rate dinaikkan. Tapi tetap dilakukan gradual, dan dilakukan dua kali dalam 1 tahun. Jadi tentu ini direspons dunia, dan itu berdampak pada mata uang dari negara secara umum turun,” kata Agus di Gedung Bank Indonesia dikutip dari Liputan6.com, Kamis (19/5/2016).

Agus juga menambahkan jika faktor kedua kebanyakan timbul dari benua Eropa. Pemerintah beberapa kali telah melakukan diskusi dengan negara–negara Eropa, ini memunculkan resiko negara berkembang terkait rencana pecahnya Inggris dari Uni Eropa.

Sepanjang Kamis pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih terus tertekan. Faktor yang diduga menjadi penekan rupiah ialah spekulasi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed).

Dikutip dari Bloomberg, kamis (19/5/2016), rupiah telah dibuka di angka 13.442 per dolar AS, melemah jika dibanding dengan posisi penutupan kemarin yaitu berada di angka 13.380 per dolar AS. Melemahnya rupiah ini berlangsung sepanjang hari hingga mencapai angka 13.550 per dolar AS.

Baca juga:

Indonesia Bisa Produksi Kurma, Kenapa Masih Impor?

Ciptakan Kerja Sama Ekonomi Modern, Indonesia Gandeng Autralia

 

Komentar

Loading...