Lilium, Pesawat Listrik Pertama di Dunia yang Terbang dan Mendarat Secara Vertikal

Lilium, Pesawat Listrik Pertama di Dunia yang Terbang dan Mendarat Secara Vertikal

416

Lilium-Pesawat-Listrik-Pertama-di-Dunia-yang-Terbang-dan-Mendarat-Secara-Vertikal

Harianpost.co.id Lilium, pesawat berbentuk telur yang telah digembor–gemborkan European Space Agency (ESA) merupakan pesawat listrik pertama dunia yang lepas landas dan juga mendarat secara vertikal ini nampaknya akan segera hadir di pasaran. Pesawat tersebut informasinya sangat menyoroti manfaat lingkungan serta tak perlu mendarat di bandara.

Walaupun bisa dikatakan sebagai pesawat, namun nyatanya dalam proses pendaratan dan juga lepas landas, tak perlu menggunakan bangun berinfrastruktur megah layaknya bandara. Cukup dengan menggunakan helipad, maka pesawat ini bisa mendarat dan lepas landas dengan sempurna. Pesawat tersebut dirancang di Jerman dengan kecepatan maksimal 402 kilometer per jam dengan jangkauan 483 kilometer.

Dikutip dari Dailymail, Senin (9/5/2016), Daniel Wiegand selaku pemilik Lilium menyatakan, “Tujuan kami adalah untuk mengembangkan pesawat yang digunakan dalam kehidupan sehari–hari. Kami merancang pesawat yang dapat lepas landas dan mendarat secara vertikal dan tidak memerlukan infrastruktur kompleks dan mahal layaknya bandara.”

Dengan menggunakan mesin listrik polusi suara dan polusi udara dapat teratasi dengan baik. Penggunaan mesin listrik tersebut memungkinkan untuk menggunakan pesawat tersebut di daerahperkotaan besar.

Rencananya, jet listrik tersebut akan mulai dipasarkan  pada tahun 2018 mendatang. Namun demikian, belum diketahui secara pasti kisaran harga yang akan dibanderol untuk teknologi masa depan tersebut.

Pesawat ini telah dirancang dengan target mempertimbangkan lingkungan. Penggunaan listrik akan meminimalisir emisi yang dikeluarkan sehingga pesawat akan jauh lebih tenag daripada jet pribadi yang sudah ada.

Bagi para pilot, dibutuhkan setidaknya 20 jam elatihan untuk memandu pesawat dua kursi tersebut. Pesawat yang cocok untuk olahraga ringan ini sebenarnya drancang untuk terbang di siang hari dalam kondisi cuaca baik.

Proyek pesawat sendiri dijalankan oleh empat alumni Munich University yang telah dimulai pada tahun 2015 dengan beberapa prototipe berdasarkan model yang sama. Rancangannya pun dilakukan oleh para insinyur Jerman tersebut yaitu Daniel Wiegand, Patrick Nathen, Sebastian Born dan juga Matthias Meiner.

Baca juga:

10 Perusahaan Teknologi yang Cocok Jadi Tempat Kerja

Berita Teknologi: Smartphone Lipat Samsung Siap Luncur Tahun Depan

Berita Teknologi: Apple Merek Paling Berharga di Dunia

 

Komentar

Loading...