Terganjal Aturan, Rencana Rusia Bangun Kereta di Kalimantan Tersendat

Terganjal Aturan, Rencana Rusia Bangun Kereta di Kalimantan Tersendat

290
Darmin Nasution
Darmin Nasution

Harianpost.co.id Russian Railways (RZD), perusahaan kereta api Rusia telah melakukan beberapa studi untuk membangun kereta api di Indonesia. Pada awalnya, pihak RZD akan membangun kereta api pengangkut batu bara. Namun karena dinilai kurang menguntungkan, akhirnya kereta api penumpang mejadi final projectnya. Akan tetapi, sepertinya pihak RZD harus sedikit bersabar, pasalnya pembangunan tersebut akan terhambat oleh beberapa aturan yang diterapkan di Indonesia.

Darmin Nasution selaku Menteri Koordinator Perekonomian menjelaskan agar investasi yang dilakukan bisa tetap berjalan, maka skema kerjasama dengan PT.Kereta Api Indonesia akan ditawarkan. Hal tersebut karena adanya aturan jika perusahaan asing tak boleh memiliki 100 persen kepemilikan kereta api penumpang.

“Kalau kereta penumpang, aturan mainnya negara. Gimana kalau kerja sama dengan BUMN, PT.KAI. Kita sedang pelajari, apa mungkin menurut UU. Kita juga tidak mau cuma itu saja, tapi rel, lalu gerbong, rolling stock,” tandas Darmin.

Denis Manturov selaku Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia pada 8 Januari 2016 lalu sudah melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo guna menyampaikan surat dari Presiden Rusia Vladimir Putin. Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas tentang kerjasama ekonomi antara Indonesia dengan Rusia.

Saat melakukan konferensi pers di daerah Senayan, Jakarta Pusat, Manturov mengatakan jika ia telah beberapa bentuk kerjasama Indonesia-Rusia sudah dibicarakan saat bertemu dengan Presiden Jokowi. Salah satu diantaranya adalah soal investasi Rusia untuk pembangunan rel kereta api di kawasan kalimantan. Disebutkan bahwa Russian Rail Ways bersedia menjadi investor dalam kerjasama tersebut.

Sebagai rinciannya, pihak Rusia akan menyiapkan sedikitnya US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 35 triliun untuk pembangunan jalur kereta api tersebut. Dana akan digunakan secara bertahap selama 4 fase. Mereka juga berharap, pada tahun 2020, infrastruktur rel kereta tersebut sudah selesai dikerjakan. Untuk menunjukkan kesungguhannya, RZD sudah membentuk anak usaha di Kalimantan yang bernama Borneo Railways.

Tak hanya pembangunan jalur kereta api, pihak Rusia juga menyampaikan tertarik untuk melakukan investasi ke industri pesawat Indonesia dan juga pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia.

Baca juga:

Setelah Danau Toba, Gunung Rinjani Susul Status Geopark Dunia

10 Tempat Wisata Yang Wajib Dikunjungi Di Indonesia

Produk Tanah Air Bakal Ikut Event China International Import Expo (CIIE) 2016

 

Komentar

Loading...