PowerShare, Teknologi Untuk Berbagi Daya Ponsel

PowerShare, Teknologi Untuk Berbagi Daya Ponsel

272
PowerShare
PowerShare

Harianpost.co.id Akan menjadi hal yang sangat menyebalkan jika ditengah–tengah melakukan aktifitas tiba–tiba smartphone Anda kehabisan daya baterai. Masalah akan semakin menjadi–jadi jika power bank yang biasa menjadi ‘senjata’ darurat tak ikut terbawa.

Menanggapi masalah yang sering terjadi tersebut, sekelompok peneliti asal University of Bristol telah berhasil mengembangkan solusi untuk masalah tersebut. Kabar yang beredar menyebutkan jika teknologi ini juga mampu berbagi daya dengan orang lain selain berfingsi untuk mengisi daya perangkat yang dimiliki oleh diri sendiri.

Teknologi tersebut bernama PowerShare. Teknologi yang berbasis pengisian daya nirkabel yang saat ini lumrah digunakan di smartphone. Namun bedanya, pada perangkat ini para peneliti tersebut membuat sirkuit sehingga pengisian daya bisa dilakukan lewat perangkat lain.

Berdasarkan kutipan yang diperoleh dari Daily Mail, Selasa (24/5/2016), peneliti tersebut memakai sirkuit berbasis QI untuk digunakan pada penerima sinyal, sedangkan amplifier kelas E digunakan padapengirim sirkuit pengirim sinyal.

Komponen–komponen yang diletakkan dalam smartphone tersebut menggunakan dua kumparan, taitu pengirim dan penerima. Medan magnet akan dihasilkan oleh listrik yang bergerak dalam kumparan. Medan magnet tersebut lalu dikirim ke kumparan lain.

Cara kerja kedua sistem yang digunakan pada smartphone dan smartwatch tersebut juga cukup mudah. Pengguna hanya perlu menyentuh satu perangkat ke perangkat lain dan secara otomatis akan mengisi perangkat tersebut secara penuh.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, pengisian daya selama 12 detik menggunakan PowerShare cukup memberi kemampuan untuk menelepon salama satu menit. Sementara pengisian selama dua menit mampu memberi daya untuk menonton video selama empat menit.

Meskipun begitu, para peneliti tersebut masuh terus berusaha untuk menyempurnakan teknologi tersebut. Salah satu yang menjadi fokus mereka yaitu besarnya daya yang digunakan untuk mengisi perangkat lain.

Peneliti tersebut memang menyadari bahwa transfer daya secara nirkabel akan menghabiskan energi yang lebih besar ketimbang menggunakan kabel. Mereka juga menambahkan jika daya yang diterima sebuah perangkat hanya separuh dari daya yang dikeluarkan perangkat lain. Oleh karenanya, saat ini para peneliti tersebut terus berusaha mengembangkan teknologi tersebut dari berbagai sisi.

Baca juga:

Harga dan Spesifikasi Ponsel Smartfren Andromax E2

Huawei GR3, Smartphone China Segera Ramaikan Pasar Ponsel Indonesia

Kabar Gembira! Nokia Kembali Terjun ke Dunia Ponsel dan Tablet

 

Komentar

Loading...