Kementerian PUPR Alokasikan 1,4 Triliun Untuk Bangun Rumah Khusus

Kementerian PUPR Alokasikan 1,4 Triliun Untuk Bangun Rumah Khusus

179

Kementerian-PUPR-Alokasikan-1,4-Triliun-Untuk-Bangun-Rumah-Khusus

Harianpost.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Rumah Khusus Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan mengalokasikan Rp.1,4 triliun untuk pembangunan sekitar 6.002 unit rumah khusus di seluruh Indonesia. Rumah khusus yang dibangun nantinya diperuntukkan bagi para anggota TNI/ Polri, masyarakat di daerah pedalaman dan daerah tertinggal.

Selain itu, nelayan serta masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan juga akan disasar, sehingga pembangunan perumahan bisa lebih merata dan dapat ditempati oleh masyarakat yang membutuhkan hunian layak huni.

“Pada 2016 ini, Kementerian PUPR telah mengalokasikan Rp 1,4 triliun untuk pembangunan rumah khusus sebanyak 6.002 unit. Sedangkan 2015 lalu jumlah rumah khusus yang telah dibangun sebanyak 6.359 unit,” ujar Direktur Rumah Khusus Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Lukman Hakim, Rabu (1/6).

Selama lima tahun ditargetkan membangun rumah khusus sebanyak 50.000 unit. Dan rumah khusus yang dibangun di perbatasan nantinya harus lebih baik dari rumah-rumah milik masyarakat yang tinggal di negara tetangga.

Selain daerah perbatasan, rumah khusus juga dibangun di daerah tertinggal, daerah terpencil, daerah terdepan dan pulau-pulau terluar yang ada di wilayah Indonesia. Sedangkan penerima manfaat mulai dari petugas keamanan seperti TNI/ Polri, dokter, perawat, pegawai negeri sipil (PNS), nelayan, masyarakat lokal setempat, masyarakat korban bencana serta masyarakat yang memerlukan penanganan khusus lainnya.

“Kebutuhan khusus antara lain untuk perumahan transmigrasi, pemukiman kembali korban bencana, rumah sosial untuk menampung orang lansia, masyarakat miskin, yatim piatu dan anak terlantar serta termasuk juga untuk pembangunan rumah yang lokasinya terpencar dan rumah di wilayah perbatasan,” tutupnya.

Baca juga:

Menteri Susi: Ini Cara Kelola Wisata Hiu Paus

Menteri Rini: Bulog Harus Dongkrak Kinerja Perusahaan

Terus Dikecam Menteri ESDM Masih Bungkam

 

Komentar

Loading...