India Tolak Jual iPhone Refurbish?

India Tolak Jual iPhone Refurbish?

196

India-Tolak-Jual-iPhone-Refurbish

Harianpost.co.id Tim Cook, CEO Apple baru–baru ini telah melakukan kunjungan ke negara India untuk memuluskan rencana penjualan Apple di India. Namun sayangnya, pertemuannya dengan Perdana Menteri Narendra Modi tersebut tak membuahkan hasil. Pasalnya, negara tersebut baru saja menolak untuk menjual iPhone refurbish.

Harapan awal Apple sebenarnya bisa menjual iPhone tersebut sebagai salah satu cara untuk memberikan pilihan harga terjangkau bagi penggunanya di India. Pasalnya, negara tersebut termasuk negara yang menjual smartphone Apple dengan harga yang tinggi. Selain itu, peminat iPhone refurbish dari negara tersebut juga termasuk tinggi jika dibandingkan dengan negara lain. Namun sayangnya, keinginan Apple tersebut harus rela bertepuk sebelah tangan.

Produk refursbish sendiri merupakan barang yang bisa dibilang tidak memenuhi standart kualitas yang ada. Oleh karenanya dikembalikan ke pabrik oleh penjual, kemudian dilakukan pengecekan ulang apakah masih layak pakai atau tidak. Jika iPhone tersebut dinilai masih layak pakai, maka akan dikembalikan ke pasaran dengan harga yang lebih murah setelah melalui proses reparasi dan juga penggantian komponen.

Selain melalui proses reparasi ulang, produk refursbish juga akan tetap disertai dengan garansi meskipun jangka waktunya tak akan sama dengan barang yang benar–benar baru. Jika dilihat fisiknya, barang ini akan terlihat baru, berbeda dengan barang bekas yang mungkin masih terdapat cacat atau warna yang sudah mulai memudar.

Penolakan terhadap iPhone refurbish tersebut dinyatakan sendiri oleh Kementrian Perindustrian dan Perdagangan India, Nirmala Sitharaman. Dengan adanya penolakan tersebut, berarti ini merupakan penolakan kali kedua yang dilakukan negara India terhadap pihak Apple.

Sebelumnya, tepatnya sekitar pekan lalu, Apple juga sempat mengalami penolakan serupa. Hal tersebut terkait dengan permintaan Apple untuk dibebaskan dari regulasi yang mengahruskan barang yang dijual di toko–toko ritel harus memiliki 30 persen “Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN)”.

Namun demikian, pihak Apple sendiri tak pernah putus harapan. Apple tetap memiliki harapan tinggi bahwa pembukaan Apple Store dapat mendongkrak popularitas mereknya di salah satu pasar smartphone terbesar di dunia tersebut. India sendiri merupakan fokus utama bagi Apple, karena tahun depan diprediksi bahwa negara tersebut akan menjadi pasar smartphone terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok.

Baca juga:

Render Samsung Galaxy C5 Beredar, Usung Desain Ala iPhone 6?

Harga iPhone 6 di Indonesia Termahal ke-2 di Dunia

3 Keunggulan dan Kelemahan iPhone SE

 

Komentar

Loading...