Harga Tiket Pesawat Mahal, KPPU Tuntut Tarif Batas Bawah Dihapus

Harga Tiket Pesawat Mahal, KPPU Tuntut Tarif Batas Bawah Dihapus

275

Tiket-Pesawat-Meroket-Hingga-Seratus-Persen-Pemerintah-Diminta-Kendalikan-Harga

Harianpost.co.id Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) kembali meminta tarif batas bawah penerbangan dihapus. Permintaan itu menyusul mahalnya harga tiket pesawat jelang Lebaran.

“Selama ini yang membuat tiket penerbangan kita jadi mahal itu karena adanya regulasi tarif bawah di industri penerbangan,” ujar Ketua KPPU, Syarkawi Rauf, Selasa (7/6/2016).

Ia menuturkan bahwa tarif batas bawah penerbangan telah mengubah tatanan harga tiket pesawat menjadi jauh lebih mahal. Saat ini, Kementerian Perhubungan mematok tarif batas bawah 30 persen dari tarif batas atas.

Tarif batas bawah ditetapkan agar maskapai tidak perang tarif murah. Perang tarif murah dikhawatirkan membuat keuangan maskapai goyah sehingga memilih mengabaikan aspek keselamatan.

“Jadi kalau Jakarta-Surabaya tiket termahalnya Rp 1,5 juta berarti harga tiket termurahnya itu 30 persen dari Rp 1,5 juta. Sekitar Rp 450.000. Artinya kita tidak mungkin lagi membeli tiket dengan harga di bawah Rp 300.000 seperti yang dulu,” katanya.

Sebenarnya KPPU menginginkan Kemenhub buka-bukaan soal regulasi. Termasuk dengan membiarkan maskapai menjual tiketnya dengan harga murah. Soal aspek keselamatan yang dikhawatirkan, KPPU mengusulkan agar Kemenhub melakukan inspeksi apakah benar maskapai mengabaikan aspek keselamatan lantaran menjual tiket dengan murah.

Diharapkan dengan adanya tariff miring tidak mengurangi fasilitas dari segi keselamatan utamnya. Harga tiket yang mahal juga harus dibarengi dengan segala pendukung hingga mampu mengantarkan penumpang selamat sampai tujuan.

“Kalau itu bisa dilakukan, kenapa tidak diberikan kesempatan maskapai untuk menerapkan tarif di bawah Rp 450.000,” ucap Syarkawi.

Baca juga:

PT. KAI Divre I Sumatera Utara Sudah Mulai Gelar Promo Tiket Mudik Lebaran 2016

 

Komentar

Loading...