Isu Tambah PNS, Pemerintah Yakin Ini Bakal Jadi Bom Waktu

Isu Tambah PNS, Pemerintah Yakin Ini Bakal Jadi Bom Waktu

273

Jadwal-Pendaftaran-CPNS-Telah-Dibuka-Perhatikan-Tes-Cat-dan-Passing-Grade

Harianpost.co.id Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan RB), Yuddy Chrisnandi mengungkapkan bahwa pemerintah tidak mungkin menambah pegawai negeri sipil (PNS) secara terus menerus. Saat ini saja, anggaran pegawai negeri sipil (PNS) di Indonesia sudah relatif besar dan akan terus membengkak bila tidak dilakukan pengendalian.

“Tidak mungkin dalam jangka panjang menambah pegawai (PNS) dan tidak mengendalikan belanja pegawai, akan menjadi bom waktu,” ujar Yuddy, Selasa (7/6/2016).

Berdasarkan data yang disampaikan Yuddy, anggaran pegawai pemerintah daerah mencapai rata-rata 33,8 persen dari anggaran yang ada. Bahkan kata dia, disejumlah daerah anggaran pegawainya ada yang mencapai 50-70 persen. Jadi anggaran habis bukan untuk pembangunan tapi justru untuk pegawai.

“Belanja pegawai akan terus membengkak, membayar pensiun juga akan membengkak, mau sampai kapan?” kata Yuddy.

Oleh karena itu, Kementerian PANRB melakukan simulasi kebijakan untuk menghitung berapa jumlah PNS yang ideal untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia. Dari simulasi itu, Kemenpan RB menilai bahwa jumlah PNS yang dirasa cukup memadai memberikan pelayanan kepada masyarakat yakni 1,5 persen dari jumlah penduduk.

“Kalau penduduk kita 250 juta, 1,5 persennya kan 3,5 juta, sekarang PNS kita 4,5 juta orang. Nah maka secara simulasi kita kelebihan 1 juta,” ucap dia. “Bagaimana kita menguranginya? tentu dilakukan dengan kebijakan rasionalisasi dan redistribusi,” lanjutnya.

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, jika wacana pengurangan PNS tidak hanya isapan jempol semata. Hal tersebut merupakan keseriusan pemerintah dalam mengurangi anggaran Negara.

Baca juga:

Ragam Komentar Menteri Soal Pemangkasan 1 Juta PNS

Pemerintah Hati-Hati Soal Pemangkasan Jumlah PNS di Indonesia

Pengurangan 1 Juta PNS Hanya Tinggal Tunggu Restu Jokowi

 

Komentar

Loading...