Kampung Baru Muara Angke Bakal Digusur Sebelum Lebaran?

Kampung Baru Muara Angke Bakal Digusur Sebelum Lebaran?

608
Pelabuhan Muara Angke
Pelabuhan Muara Angke

Harianpost.co.idPemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara berencana akan menertibkan Kampung Baru di Muara Angke Kecamatan Pluit, Jakarta Utara. Juru bicara warga, Suwanda, mengatakan pemerintah daerah sudah menyampaikan ke warga Kampung Baru bahwa dua minggu sebelum lebaran Pemkot Jakarta Utara akan menertibkan perkampungan tersebut.

Suwanda tidak mengetahui dengan jelas alasan Pemkot menertibkan perkampungan itu, namun beberapa informasi menyebut di kawasan itu akan dibangun tanggul untuk kawasan Muara Angke yang rawan banjir. Suwanda menambahkan bahwa pihak UPT Perikanan Muara Angke akan datang untuk mendata warga.

“Melalui UPT Perikanan Muara Angke, mereka bilang kampung ini akan digusur. Kabarnya dua minggu sebelum lebaran,” ujar Suwanda, Rabu (8/6/2016).

Pemberitahuan penertiban hanya disampaikan secara lisan tanpa adanya surat pemberitahuan. Dari pihak UPT Perikanan Muara Angke sudah dua kali melakukan dialog dengan warga.

Dalam dialog itu, warga meminta agar sebelum ditertibkan seluruh warga diberikan tempat tinggal sementara.

“Sebenarnya wacana penertiban sudah lama. Bahkan kabarnya akan dibuat rumah susun baru dan kami akan ditempatkan di sana. Tapi sampai sekarang rumah susun nggak jadi-jadi. Kami hanya minta agar ditempatkan di tempat yang layak, itu saja. Kalau mau digusur, ya silahkan gusur, tapi beri kami tempat tinggal. Binatang saja punya kandang,” papar salah satu warga.

“Saya sudah bicara dengan UPT Perikanan, mereka tanya saya mau apa, saya sampaikan bahwa kami ingin diberi tempat tinggal, terus dia bilang ‘kami akan beritahu atasan’,” tambah Suwanda.

Selain diiming-imingi rusun, setiap warga akan diberikan uang santunan sebesar Rp 1 juta. Namun Suwanda menilai uang itu tidak akan cukup bahkan untuk menyewa rumah dalam jangka panjang.

Suwanda juga mengatakan warga sudah meminta bantuan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta untuk mendapatkan hak mereka. Di Kampung Baru didiami sekitar 200 kepala keluarga (KK). Menurut Suwanda lebih dari setengahnya ber-KTP DKI. Sedangkan rumah semi permanen yang berdiri ada sebanyak 449 bangunan.

Komentar

Loading...