3 Warga Samarinda Dipenjara Karena Tebang 1 Pohon Mati Milik Perusahaan Kayu

3 Warga Samarinda Dipenjara Karena Tebang 1 Pohon Mati Milik Perusahaan Kayu

615

3-Warga-Samarinda-Dipenjara-Karena-Tebang-1-Pohon-Mati-Milik-Perusahaan-Kayu

Harianpost.co.idKarena menebang sebuah pohon durian yang sudah mati, Ketua RT.9 di Jalan Flamboyan, Samarinda, Agus Susanto (46), ditangkap Polsekta Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur.

Tidak hanya Agus, polisi turut menangkap Junaid (42) dan Indra (59). Ketiganya dijerat Pasal 362 KUHP tentang pencurian biasa lantaran diduga telah sengaja mencuri dan menebang sebuah pohon durian yang terdapat di dalam kawasan perusahaan kayu, PT.Kalamur Samarinda.

Kepada wartawan, Agus mengatakan jika ia tidak pernah mencuri kayu pohon durian yang masih hidup. Ia berdalih hanya ingin mencari kayu-kayuan yang suah mati untuk membangun sebuah jembatan kuburan di tempat tinggalnya.

“Saya melihat ada pohon durian sudah mati, jadi saya ambil untuk membuat jembatan di kuburan. Tapi memang saya belum izin ke perusahaan Kalamur. Ya, kami hanya orang kecil, apakah perusahaan setega itu pada kami,” ujarnya, Rabu (8/6/2016).

Dijelaskan Agus, kasus tersebut terjadi pada tanggal 4 Juni 2016 lalu. Kala itu Agus memerintahkan Junaid untuk mencari Indra yang merupakan pekerja tukang potong kayu.

Atas perintah Agus, Indra pun memotong sebuah pohon kayu yang sudah mati menggunakan gergaji mesin (chainsaw) yang berada di lokasi perusahaan Kalamur. Setelah pohon itu dirobohkan, Indra langsung diamankan oleh salah seorang petugas PT.Kalamur.

“Kami sudah meminta maaf pada perusahaan, saya jelaskan kayu itu untuk membuat jembatan di kuburan. Bahkan setelah Indra diamankan, saya langsung ke Polsek untuk menjelaskan duduk permasalahannya. Namun pihak perusahaan malah memperpanjang masalah ini dan polisi juga menangkap saya dan Junaid,” jelasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsekta Sungai Kunjang, IPTU Heru Santoso mengatakan, pihaknya telah menyelidiki dengan mendatangi tempat kejadian perkara. Heru menjelaskan bahwa pohon tersebut ternyata masih hidup dan rencananya dibuat furniture lemari.

“Ketiganya sudah kami tetapkan sebagi tersangka, namun kasus ini masih terus kita dalami. Karena pihak perusahaan mengaku sering kehilangan kayu, bahkan saat ini mereka sudah dirugikan dengan seringnya kayu hilang sebersar Rp 25 juta, sedangkan pohon durian yang ditebang itu senilai Rp 3,5 juta,” pungkasnya.

Baca juga:

KPAI: Laporan Pelecehan Seksual Terhambat Gara-Gara Masalah Biaya?

Tersangka ‘Pembunuhan Cangkul’ Siap Diadili

 

Komentar

Loading...