Nilai Tukar Rupiah Terus Menguat Hingga Juni 2016

Nilai Tukar Rupiah Terus Menguat Hingga Juni 2016

287

Ciptakan-Kerja-Sama-Ekonomi-Modern-Indonesia-Gandeng-Autralia

Harianpost.co.id Dalam beberapa hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus mengalami penguatan. Bahkan, nilai tukar rupiah sampai menyentuh kisaran Rp 13.000 per dollar AS. Lalu, apa sebenarnya penyebab penguatan rupiah tersebut?

Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus DW Martowardojo, tidak menampik penguatan rupiah tersebut disebabkan sentimen mengenai keputusan bank sentral AS, Federal Reserve, terkait suku bunga acuan. Menurut Agus, awalnya pasar menduga The Fed akan segera menaikkan suku bunga acuan.

Akan tetapi, berkaca dari data perekonomian dan tenaga kerja terakhir yang dirilis Pemerintah AS dan cenderung mengecewakan, tampaknya The Fed mengurungkan niat untuk segera menaikkan suku bunga acuan.

“Ini murni karena sentimen, karena eksternal,” kata Agus, Selasa (7/6/2016) kemarin.

Penguatan rupiah kali ini bersifat temporer. Kuartal II memang menjadi perhatian lantaran banyak korporasi yang memiliki kewajiban pembayaran utang ke luar negeri.Dengan demikian, pergerakan uang tersebut banyak berpengaruh pula terhadap pergerakan nilai tukar.

Meski demikian, Agus memprediksi kondisi akan normal kembali pada kuartal III 2016. Berdasarkan kurs tengah BI, posisi nilai tukar berada pada level Rp 13.478 per dollar AS pada tanggal 6 Juni 2016.

Selanjutnya, rupiah kembali bergerak ke titik penguatan pada posisi Rp 13.375 per dollar AS sehari kemudian, yakni tanggal 7 Juni 2016. Akhirnya, nilai tukar rupiah kembali melanjutkan penguatan hingga berada pada posisi Rp 13.241 per dollar AS pada 8 Juni 2016.

Baca juga:

Wapres Minta Para Mentri Kompak Untuk Stabilkan Perekonomian

Berita Terbaru Ekonomi Dunia: OPEC Akan Segera Berakhir

Ciptakan Kerja Sama Ekonomi Modern, Indonesia Gandeng Autralia

 

Komentar

Loading...