Uber Lakukan Merger dengan Pesaing Utamanya di China

Uber Lakukan Merger dengan Pesaing Utamanya di China

174

Kompetitor utama Uber di Negeri Tirai Bambu, Didi Cuxing merupakan layanan terbesar yang mendominasi disana. Didi Chuxing, yang sebelumnya dikenal sebagai Didi Kuaidi, didirikan di Beijing pada 2012 oleh Cheng Wei, Zhang Bo, Wu Rui. Baru-baru ini dikabarkan, Uber lakukan merger dengan Didi Cuxing dengan nilai kesepakatan yang cukup tinggi, yakni sebesar US$35 milliar atau setara dengan 456 triliun. Sebagai tambahan, Didi Cuxing akan memberikan investasi sebesar US$1 miliar pada Uber yang bermarkas di San Fransisco. Nantinyam investor Uber China akan memegang saham sebesar 20%.

Th Uber Technologies Inc. car service application (app) is demonstrated for a photograph on an Apple Inc. iPhone in New York, U.S., on Wednesday, Aug. 6, 2014. For San Francisco-based Uber Technologies Inc. which recently raised $1.2 billion of investors' financing at $17 billion valuation, New York is its biggest by revenue among the 150 cities in which it operates across 42 countries. The Hamptons are a pop-up market for high-end season weekends where the average trip is three time that of an average trip in New York City. Photographer: Victor J. Blue/Bloomberg via Getty Images

“Uber dan Didi Chuxing berinvestasi miliaran dollar di China dan keduanya belum menghasilkan profit. Mendapat keuntungan adalah satu-satunya cara untuk membangun bisnis berkelanjutan bagi masyarakat China dalam jangka panjang. Saya yakin Uber China dan Didi Chuxing bisa kuat bersama,” ungkap Trvis Kalanick, CEO Uber dalam publikasinya di blog perusahaan. Menurutnya, disamping investasi massif, Uber dan Didi bersama-sama menghasilkan uang di China.

Selama ini para investor Uber menorong pihak perusahaan agar membuat formula yang teppat untukisnis tersebut agar mendulang keuntungan di China.

Sebagai informasi, Didi melayani 11 juta perjalan dalam sehari dengan klaim pangsa pasar 87% layanan mobil panggilan di China. Pada bulan Mei lalu, Didi Cuxing mendapat suntikan dana investasi dari Apple sebesar US$1 miliar atau setara 13.3 triliun. Menurut CEO Apple, hal ini dilakukan untuk emmbantu Apple dalam memahami pasar China dalam hal sebagai pasar terbesara kedua mereka setelah Amerika Serikat.

Komentar

Loading...