Penyebab Menurunnya Harga Gabah di Semua Tingkat

Penyebab Menurunnya Harga Gabah di Semua Tingkat

282

Kepala BPS, Suryamin menerangkan bahwa selama bulan Juli kemarin harga gabah di semua tingkat menurun. Selama bulan juli, gabah kering panen di tingkat petani turun sebesar 2.79% menjadi Rp.  4.376 per kilogramnya. Sementara di tingkat penggilingan harga gabah turun menjadi Rp. 4.458 per kilogramnya atau turun sebesar 3.03% dibandingkan harga gabah dengan kualitas yang sama pada bulan Juni.

“Untuk harga gabah kering giling (GKG) di petani tercatat Rp5.380 per kg atau turun 0,92%. Dan di tingkat penggilingan Rp5.473 per kg atau turun 0,97%,” ungkap Suryamin, Jakarta, Senin (1/8/2016).

Foto : MI/Bagus Suryo Panen Padi di Musim Hujan : Petani di Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, memanen padi di lahan miliknya, Selasa (15/12). Panen selama musim hujan itu membuktikan stok pangan cukup aman kendati harga gabah kering sawah di desa itu naik dari Rp4.400 per kg menjadi Rp4.800 per kg. Kenaikan harga karena proses mengeringkan gabah terkendala hujan.

Hal ini juga terjadi pada gabah kualitas rendah yang mengalami penurunan sebesar 4.41% atau Rp. 3.831 per kg di tingkat petani dan turun sebesar Rp. 3.912 per kg atau sebesar 4.82% dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Pihak BPS menduga penurunan harga gabah di setiap tingkat ini terjadi karena aka nada musim kemarau yang terjadi di tanah air sehingga dimanfaatkan oleh kalangan petani untuk tanam gandum. Menurut BPS, berdasarkan info dari BMKG akan ada musim kemarau sehingga saat ini gabah turun tidak terlalu drastis karena cuacanya bagus.

Suryamin juga menegaskan perlu diadakan sosialisasi ke masyarakat utamanya kalangan petani bahwa akan ada kemarau panjang dan di bulan September – Desember akan ada musim hujan lagi. Tidak hanya itu, factor lain yang mendukung perlu diadakannya sosialisasi juga agar pemerintah dan juga petani siap. Hal ini dikarenakan konsumsi 225 juta penduduk di Indonesia adalah nasi.

Komentar

Loading...