DPR Pertanyakan Alasan Tertundanya Eksekusi 10 Terpidana Mati Kasus Narkotika

DPR Pertanyakan Alasan Tertundanya Eksekusi 10 Terpidana Mati Kasus Narkotika

236

Kejaksaan Agung telah eksekusi 4 dari 14 orang terpidana mati dari kasus narkotika. 10 terpidana lainnya yang terdaftar dalam eksekusi mati jilid III masih dtiangguhkan. Kesepuluh terpidana mati yang batal dieksekusi pada 29 Juli 2016 adalah Agus Hadi, Pujo Lestari, Merry Utami dari Indonesia. Kemudian Obina Nwajagu bin Emeuwa, Eugene Ape, Okonkwo Nongso Kingsley dari Nigeria‎. Lalu Ozias Sibanda dan Fredderik Luttar dari Zimbabwe. Selanjutnya Gurdip Singh dari India dan Zulfiqar Ali dari Pakistan.

Belum diketahui penyebab ditangguhkannya eksekusi mati tersebut. Pihak Kejaksaan Agung hnya menyebut memiliki alasan khusus ketika memutuskuna untuk melakukan penundaan.

DPR Pertanyakan Alasan Tertundanya Eksekusi 10 Terpidana Mati Kasus NarkotikaAnggota Komisi III DPR, Arsul Sani menyatakan bahawa pihaknya mempertanyakan alasan penundaan tersebut pada Jaksa Agung pada saat rapat kerja.

“Alasan penundaan 10 terpidana mati yang tidak jadi dieksekusi belum diketahui persis oleh Komisi III. Namun, ini akan menjadi salah satu pokok bahasan dalam rapat dengar pendapat Jaksa Agung dengan Komisi III pada masa sidang yang akan datang,” kata Arsul, Selasa (2/8/2016).

Menurut politkus Partai Persatuan Pembangunan (PPP)‎ ini, kemungkinan ada factor invensi dari Negara lain atau semata-ata hal tersebut temasuk aspek teknishukum saja. Ia juga tak percaya dengan kabar yang beredar bahwa penundaan eksekusi mati karena pihak Kejagung menerima berbagai masukan yang beberapa diantaranya masukan dari mantan Presiden RI yang ketiga, B. J Habibie dan Komnas Perempuan. Menurutnya, jika ada imbauan-imbauann, semua terpidana eksekusi ditunda.

Komentar

Loading...