20 Masjid Masih Ditutup Sejak Penyerangan di Paris, Perancis

20 Masjid Masih Ditutup Sejak Penyerangan di Paris, Perancis

246

Setidaknya 20 masjid dan ruang ibadah umat Islam lain masih ditutup sejak terjadi penyerangan di Paris. Ruang ibadah umat Islam dianggap menyebarkan paham radikal sejak akhir bulan di tahun lalu, sebulan pasca penyerangan ISIS di Paris. Dikutip dri the Atlanctis, berdasar pernyataan dari Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazeneuve dalam pernyataannya di Twitter, ia menuliskan Perlawanan melawan #radikalisasi: Sejak Desemer 2015, 20 tempat ibadah Muslim ditutup.

Menurut media France 24, sebanyak 120 dari 2.500 masjid dan ruang ibadah umat Islam di Perancis diduga menyebarkan paham radikalisme.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

“Tidak ada tempat di Perancis bagi mereka yang menyerukan dan memicu kebencian di ruang ibadah atau masjid. Sekitar 20 masjid telah ditutup dan akan ada yang lainnya,” kata Cazeneuve. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah Perancis akan bekerja ama dengan Dewan Muslim  Perancis untuk meluncurkan yayasan yang menangani pendanaan masjid di negera tersebut. Hal ini karena terkait laporan komite Senat soal Islam di Perancis Juli lalu menyebutkan bahwa pendanaan masjid di negara itu berasal dari donasi individu. Namun ada dana besar yang mengalir bagi masjid di Perancis, yaitu berasal dari Maroko, Aljazair, dan Arab Saudi. Keputusan pemerintah ini dikecam. Beberapa pihak mengatakan melarang pendanaan asing ke masjid di Perancis “tidak masuk akal dan mustahil” dan menyerukan transparansi pendanaan masjid.Karena sejak 1905 Perancis menerapkan hukum sekuler, memisahkan gereja dengan negara, pemerintah di Paris tidak bisa mendanai institusi agama secara langsung.

Perancis masih terbayangi ketakukan oleh teror ISIS, dan kejadian terakhir adalah pembunuhan seorang pendeta di Normandia. Pengawasan masjid di Prancis akan diperketat setelah kejadian penyerangan di Paris pada tahun lalu yang menewaskan sekitar lebih dari seratus orang.

Komentar

Loading...