Sudah Sesuaikah Standar Kompetensi Kualitas Pengawas Sekolah?

Sudah Sesuaikah Standar Kompetensi Kualitas Pengawas Sekolah?

183

Dalam menjalankan tugas dan fungsiya, sekolah membutuhkan pengawasan dari seorang pengawas sekolah. Mereka bertugas mengontrol kinerja sekolah khususnya kepala sekolah dan guru. Sayang, hingga saat ini, kualitas pengawas sekolah di Indonesia masih jauh dari standar kometensi.  Data Kemdikbud menyatakan terdapat sekitar 30 pengawas sekolah di Indonesia. Konsultan sekaligus Senior Advisor for Knowledge Management and Communications Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) Indonesia, Totok Amin Soefijanto mengatakan pengawas sekolah memainkan peran kunci dalam menjamin mutu dan akuntabilitas sistem pendidikan.

Sudah Sesuaikah Standar Kompetensi Kualitas Pengawas SekolahDalam acara Kongkow Pendidikan: Diskusi Ahli dan Tukar Pendapat (Kopi Darat) di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu kemarin Totok menjelaskan, pengawas sekolah  memiliki dua tugas utama yakni memastikan bahwa standar pendidikan dilaksanakan setiap satuan sekolah. Serta memberikan bimbingan dan pembinaan terhadap guru atau kepala sekolah. Berdasar hasil penelitian ACDP, kedua fungsi tersebut belum dijalankan dengan baik karena banyak pengawas belum memenuhi standar kompetensi sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 12/Tahun 2007.  Dalam Permendikbud tersebut pengawas sekolah harus memiliki enam aspek kompetensi yakni kepribadian/karakter, sosial (berperan aktif dalam asosiasi pengawas), pengawasan manajerial, pengawasan akademik, evaluasi pendidikan, dan penelitian dan pengembangan.

Salah satu kepala sekolah menengah atas, mengatakan belum pernah merasakan peran pengawas sekolah. Bahkn hampir tidak kenal dengan pengawas sekolah karena umumnya mereka berinteraksi dengan kepala sekolah saja. Hal tersebut membuat para guru bertanya-tanya apa peran pengawas sekolah.

Menurut Totok, rendahnya kualitas pengawas sekolah di Indonesia lantaran sistem rekruitmen yang tidak profesional, yaitu proses seleksi berdasarkan keberpihakan (favoritism) dan pertimbangan politis di tingkat daerah.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pembinaan Tenaga Kependidikan Dasar dan menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Garti Sri Utami menyatakan, pihaknya terus membenahi sistem pengangkatan pengawas sekolah di daerah-daerah.  Selain melakukan pembenahan sistem rekruitmen, tutur Garti, Kemdikbud berupaya mendata dan mengevaluasi persyaratan serta kriteria yang telah dimiliki setiap pengawas sekolah. Garti juga mengakui, pengawas sekolah di Indonesia saat ini berjumlah sekitar 30 ribu orang. Dan dari angka itu banyak yang belum memenuhi syarat minimal menjadi pengawas sekolah.

Komentar

Loading...