Inilah Alasan Investor Asing Berinvestasi di Gojek

Inilah Alasan Investor Asing Berinvestasi di Gojek

215

Dana segar tahap baru kembali dikantongi perusahaan teknologi Gojek dari sejumlah investor seperti KKR & Co., Warburg Pincus, Farallon Capita, dan Capital Private Markets. Angkanya fantastis, yakni US$500 juta atau setara Rp7,2 triliun. Penggalangan dana investasi tersebut memang ditujukan untuk perusahaan teknologi di Asia Tenggara yang telah menjadi pasar menggiurkan untuk bisnis on-demand.

Inilah Alasan Investor Asing Berinvestasi di Gojek“Gojek adalah perusahaan yang unik karena mampu menjadi pemimpin dari tiap layanan di hampir seluruh kategori. Kami melihat ada peluang besar baginya demi memperkuat posisi sebagai yang terdepan di Indonesia,” ujar KKR Asia, Terrence Lee.

Seperti  yang kita ketahui, Gojek menyuguhkan berbagai macam kategori layanan, yaitu ojek kendaraan roda dua, antar makanan, kurir instan dan logistik, belanja kebutuhan sehari-hari, gaya hidup, dompet digital (e-wallet), hingga transportasi roda empat.

Menurut Jefri Perlman selaku Head of Southern Asia dari Warburg Pincus juga menambahkan, Gojek selama ini sudah menjalankan bisnisnya di pasar yang tepat dengan layanan sesuai kebutuhan masyarakat.

Sebelumnya Gojek telah meraih pendanaan dari sejumlah investor termasuk Sequoia India, Northstar Group, DST Global, NSI Ventures, Rakuten Ventures dan Formation Group. Mereka juga berpartisipasi dalam pendanaan baru ini. Gojek akan menggunakan dana itu untuk memenangkan kompetisi persaingan keras dengan Uber dan Grab, dua startup yang juga menyediakan layanan jaringan transportasi berbasis ponsel di Indonesia.

Saat ini, Gojek telah memiliki 200.000 mitra pengemudi mobil dan motor di Indonesia, memiliki 35.000 mitra penjual di layanan GoFood, dan memiliki 3.000 mitra untuk on-demand services.

Komentar

Loading...