Bagaimana Kelanjutan Pembanguan Rusunawa PemProv DKI?

Bagaimana Kelanjutan Pembanguan Rusunawa PemProv DKI?

158

Pemprov DKI agaknya batal bangun rusunawa di daerah Cengkareng Barat. Proyek itu semula akan dijalankan di lahan yang sampai detik ini masih berpolemik. Dugaan ada penyalahgunaan wewenang adan korupsi pada pembelian lahan tersebut akan mask dalam peneyelidikan Badan Reserse Kriminal Polri. Bukan hanya proyek rusunawa di Cengkareng tersebut, sepertinya Pemprov DKI Jakarta juga batal membangun rusunawa dilokasi lain. Misalnya di proyek rusunawa di daerah Waduk Pluit batal karena lahan tak kunjung dibebaskan. Sementara itu, rusunawa di Pondok Pinang batal dikarenakan akses jalan yang kurang memadai sehingga alat berat tak bisa masuk ke lokasi tersebut.

Rusun di Cengkareng Batal di Bangun“Di Lahan Cengkareng Barat itu akan dua tower, satu towernya terdiri dari 16 lantai. Totalnya ada 552 unit. Itu dibatalkan,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Gedung, Arifin. Arifin juga menambahan lahan tersebut masih berperkara di pengadilan. Rencana pendirian rusunawa di lahan bekas Kantor Suku Dinas Kebersihan Jakarta Timur juga tak bisa dikerjakan dengan alasan lahan terhambat pembangunan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu.  Untuk tahun ini, Dinas Perumahan dan Gedung menargetkan rusunawa di delapan lokasi dengan jumlah unit sebanyak 2.339 selesai dikerjakan.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Punama merencanakan target pembangunan sebesar 20 ribu unit rusun. Namun sampai saat ini Pemprov baru berhasil membangun 18 ribu unit. Kegagalan pembangunan beberapa rusun ini membuat Pemprov terancam gagal mencapai target pendirian rusunawa baru.

“Harusnya buat tahun depan jadi semua karena kami mau orang beli rusun. Kami sudah sudah ada target, mau enggak mau, warga harus dipindahkan,” ujar Ahok. Tahun depan, Pemprov akan mulai bangun rusunawa di 21 lokasi yang berbeda. Proyek itu sudah memasuki tahap lelang dengan total anggarann mencapai 4.2 triliun.

Komentar

Loading...