Trend Vlog, Ada Dampak Psikologis di Balik Tayangannya

Trend Vlog, Ada Dampak Psikologis di Balik Tayangannya

383

Sejak awal tahun ini, fenomena video blog atau biasa dikelanl  vlog semakin meroket dikalangan masyarakat. Beberapa wajah vlogger pun mulai menjamah layar kaca yag semula hanya dikenal di kalangan Youtue atau pun Blog, misalnya saja Raditya Dika dan Arief Muhammad. Fenomena adanya vlogger ini kemudian menular ke banyak anak muda terutama di Indonesia yang berbondong-bondong membuat beragam video yang menurut mereka menarik. Menurut dosen psikologi Universitas Atma Jaya, Vierra Della, menyatakan dari berbagai video blog tersebut tak sedkit yang menyimpan kenyataan yang bertolak belakang.

Handsome man takes a video of himself

“Orang saat ini butuh sandaran untuk berbagi namun rendah tingkat kepercayaan pada seseorang, sehingga tidak memilih komunikasi secara langsung. Cuma masalahnya, mereka ‘curhat’ namun kemudian disebarkan. Kan lucu, hal pribadi yang biasanya hanya dibagi kepada orang yang dipercaya, kemudian oleh orang yang minim percaya kepada orang lain lebih memilih percaya pada publik. Ini aneh,” ujarnya. Della menduga salah satu penyebabnya adalah kontak interpersonal yang kurang terjalin secara terbuka antara orang tua dan anaknya. Hal ini semakin didukung oleh kondisi lingkungan yang semakin minim oleh interaksi social, mialnya saja perumahan yang jarang ada interaksi social, menjadikan mereka bergantung pada gawai untuk mencurahkan perasaan, pikiran, dan apapun.

Sedangkan, dampak bagi penonton, menurut Della juga akan terjadi perubahan etika. Karena penonton di medsos cenderung senang membuka masalah orang lain dan mendukung para pelaku untuk semakin mengumbar masalahpribadi dan membuat mereka (pelaku) semakin depresi.

Komentar

Loading...