Dirjen Perhubungan Laut Divonis 5 Tahun Penjara Karena Terbukti Korupsi

Dirjen Perhubungan Laut Divonis 5 Tahun Penjara Karena Terbukti Korupsi

172

Bobby Reynold Mamahit, mantan Direktur Jendral Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan telah divonis kurungan selama 5 tahun dan denda sebesar 150 juta rupiah. Ia terbukti dinayatkan bersalah dalam kasus korupsi proyek pembangunan Balai Pen didikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (B2IP) di Sorong, Papua dengan menggunakan aggaran yang bersumber dari APBN 2011. Pernyataan bahwa Bobby secara sah dinyatakan bersalah langsung dismapaikan oleh Ketua Majelis Hakim Aswijon pada sidang putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, hari Rabu kemarin. Bukan hanya itu, Majelis Hakim juga memberikan perintah pada Bobby untuk membayar uang pengganti sebesar Rp480.

Dirjen Perhubungan Laut Divonis 5 Tahun Penjara Karena Terbukti KorupsiKronologinya, diketahui Bobby telah melewati proses lelang dan penandatanganan kontrak. Dia meminta sejumlah uang kepada Senior Manager Pemasaran PT Hutama Karya (Persero), Basuki Muchlis. Perusahaan itu adalah pemenang lelang proyek B2IP Sorong. Pada Oktober 2011, Bobby menerima uang sebesar USD 20 juta dari kantor BPSDM Kemenhub. Pada 18 November 2011, Bobby menerima uang sebesar Rp200 juta dalam pecahan dolar dari General Manager Divisi gedung PT Hutama Karya, Budi Rachmat Kurniawan. Pada tanggal 23 Desember masih tahun yang sama, Bobby juga menerima uang dalam mata uang dolar senilai hampir 100 juta rupiah.

Sebelumnya, pada sidang yang diadakan pada tanggal 27 Juli, Jaksa Penuntut Umum menuntut sanksi pada Bobby dengan dijatuhi sanksi pidana penjara selama 6 tahun dan denda sebesar 200 juta. Namun faktanya, kemarin Bobby dijatuhi hukuman pidana lebih rendah satu tahun disbanding tuntutan JPU.

Komentar

Loading...