Pemerintah Akan Langsung Beri Subsidi pada Warga Tanpa Harus Lewat Bulog

Pemerintah Akan Langsung Beri Subsidi pada Warga Tanpa Harus Lewat Bulog

250

Pemerintah sedang mengkaji rencana perubahan system subsidi beras yang selama ini telah berjalan. Dalam system yang akan dilakukan, pemerintah akan berikan subsidi langsung ke warga melalui kartu, setelah sebelumnya Perum Bulog yang melakukan distribusi beras miskin atau sering disebut raskin.

Pemerintah Akan Langsung Beri Subsidi pada Warga Tanpa Harus Lewat Bulog“Jadi kami sedang persiapkan platform. Intinya bukan uang cash. Nanti masyarakat bisa beli beras atau telur dengan kartu. Bisa di toko atau pasar yang ada Electronic Data Capture (EDC),” jelas Teten Maduki selaku Kepala Staff Keprisidenan.  Ia juga menyatakan pemerintah memikirkan cara yang lebih efisien daripada yang sebelumnya dengan keadaan jumlah warga miskin yang seharusnya menerima subsidi mencapai 20 juta orang lebih. Dan bisa dipastikan untuk menyalurkan subsidi tersebut cukup sulit.

Mengenai hal ini, pemerintah telah alokasikan dana sebesar Rp 110 ribu per bulan untuk setiap warga miskin. Sistem ini dinilai lebih tepat sasaran dibanding membagikan raskin karena dana langsung diterima oleh masyarakat. Jika system ini berhasil dijalankan, Bulog tidak akan lagi menjadi pihak penyedia raskin pada tipa bulan, namun tetap memastikan harga beras di masyarakat tetap stabil. Karena kestabilan harga akan memperngaruhi jumlah beras ynag dibeli dari hasil subsidi yang diberikan oleh pemerintah. Pengendalian harga beras memang sangat menjadi perhatian bagi Presiden Jokowi. Bagi masyarakat miskin, 26 persen penghasilan digunakan untuk konsumsi beras. Jika harga beras saja naik 10 persen angka kemiskinan bisa naik sampai 400 ribu. Saat ini, kebijakan tentang pangan sangat besar karena ekonomi global diprediksi masih belum menentu dalam 2 tahun ke depan. Salah satu yang harus dilakukan adalah menjaga harga pangan sehingga daya beli masyarakat tetap stabil.

Untuk menjalankan kebijakan baru ini, pemerintah akan menyiapkan dana sebesar 21 triliun rupiah untuk subsidi beras 15.5 juta masyarakat Indonesia. System baru ini masih akan diuji coba pada awal tahun mendatang sehingga segala infrastruktur yang dibutuhkan bisa dipenuhi.

Komentar

Loading...