50% Produksi Sawit di Sumatra Selatan Turun

50% Produksi Sawit di Sumatra Selatan Turun

191

Dampak dari musim kemaran panjang yang terjadi pada tahun lalu, produksi kelapa sawit Sumatera Selatan turun hampir 50%. Hal ini bisa berdampak pada seluruh sector kebun sawit, begitu keterangan yang didapatkan dari Sumarjono yang merupakan anggota Gapki atau Gabungan Penusaha Kelapa Sawit Indonesia. Ia juga menambhakan bahwa yang terkena dapmak bukan hanya perusahaan tetapi juga perkebunan milik perseorangan dan plame juga mengalami penurunan produksi.

50% Produksi Sawit di Sumatra Selatan Turun“Dampak ini sudah diprediksikan sebelumnya. Kekeringan di Sumsel membuat produksi sawit tidak akan optimal, seperti halnya tidak mengalami kekeringan,”  kata Sumarjono.

Pihaknya juga melanjtkan, penurunan produksi sawit juga berdampak pada produksi CPU di Sumsel. Pada kondisi normal, produksi sawit bisa mencapai 2ton/hektar namun rata-rata produksi awal tahun lalu hanya 1 ton/hektar.

Kekeringan yang terjadi pada tahun lalu membuat membuat tandan buah sawit menjadi tidak berkembang. Bunga sawit menjadi tidak tumbuh menjadi tandan buah segar atau sering disebut TBS, tak hanya itu, kekeringan juga membuat atanaman menjadi kering dan akhirnya tidak bisa mengasilkan bunga yang akan bermetamorfosisi menjadi tandan sawit.

Tahun ini  Pemerintah provinsi Sumatra Selatan optimis penurunan bisa diatasi oleh petani dan perusahaan. Tak hanya itu, pemerintah juga menyediakan solusi reflenting pada kebun-kebun yang telah rusak karena kekeringan.

Komentar

Loading...