Kurangi Konsumsi Paracetamol Saat Hamil, Ini Alasannya

Kurangi Konsumsi Paracetamol Saat Hamil, Ini Alasannya

125

Paracetamol memang sering direkomendaikan sebagai obat penghilang rasa sakit bagi ibu hamil dan juga dianggap sebagai salah satu obat yang aman untuk ibu dan janin dalam kandungan. Namun studi terbaru yang dilakukan oleh beberapa ahli menyatakan bahwa jika seorang ibu hamil terlalu sering atau mengkonsumsi parasetamol berlebih saat hail akan kurang baik karena akan memungkinkan anak berperilaku hiperakti pada saat lahir kelak.

Kurangi Konsumsi Paracetamol Saat Hamil, Ini AlasannyaDilansir dari halaman asiantown.com, sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan di University of Bristol sejak tahun 1991, yang sdikitnya ada  7.796 ibu di Inggris, ditemukan bahwa mereka yang kerap konsumsi parasetamol saat hamil khususnya saat usia kandungan 18 sampai 32 minggu, anak-anak yang lahir darinya cenderung berperilaku hiperaktif. Anak-anak yang lahir dari ibu yang sering kali konsumsi parasetamol saat hamil ini juga diketahui memiliki masalah emosional yang lebih kompleks dari mereka yang lahir dari ibu yang sama sekali tak konsumsi parasetamol selama kehamilan. Walau begitu, para ilmuwan ini tidak menyebutkan bahwa konsumsi parasetamol tidak sepenuhnya akan berpengaruh buruk terhadap perilaku anak-anak. Perilaku hiperaktif anak juga perilaku buruk anak bisa saja terjadi karena pengaruh lingkungan, perilaku sosial lingkungan dan masih banyak lagi.

“Kami menemukan bahwa konsumsi parasetamol saat hamil dengan jumlah berlebih kemungkinan lebih tinggi anak hiperaktif sangat besar. Tak hanya itu saja, konsumsi parasetamol dan obat-obatan lainnya juga memungkinkan anak mengalami masalah perilaku yang lebih serius, gejala emosional yang lebih buruk dan sejumlah masalah psikis lainnya.”  Ujar Dr Evie Stergiakouli.

Berdasar studi ini, para ahli menyarankan para ibu hamil untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan selama hamil. Dan lebih baik menjaga asupan nutrisi saat hamil setiap harinya. Jika memang mengalami gangguan, sebelum mengkonsumsi obat lebih baik melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

Komentar

Loading...