Masalah Kenaikan Harga Rokok Masih Belum Dikaji Oleh Pemerintah

Masalah Kenaikan Harga Rokok Masih Belum Dikaji Oleh Pemerintah

366

Beberapa hari terakhir, masyarakat dan pelaku industry digegerkan dengan pemberitaan tentang kenaikan harga rokok yang menembus angka yang cukup fanastis yakni Rp50 ribu per bungkus. Sehingga kabar ini mengundang berbagai respon dari para kalangan dari pertin hingga asosiasi industry. Menanggapi kabar yang beredar di masyarakat mengenai kenaikan harga rokok tersebut, Menteri Keuangan yang baru saja dilantik, Sri Mulyani menjelaskan bahwa hingga saat ini, ia bersama dengan Dirjen Bea dan Cukai belum melakukan kajian terbaru tentang harga penerapan harga rokok.

Masalah Kenaikan Harga Rokok Masih Belum Dikaji Oleh Pemerintah“Untuk statement saya, Kemenkeu sampai saat ini belum melakukan atau belum ada aturan terbaru mengenai harga jual eceran atau tarif cukai rokok. Saya memahami bahwa ada hasil studi yang dilakukan satu pusat kajian ekonomi mengenai sensitivitas atas kenaikan harga rokok terhadap konsumsi rokok,” ujar Sri Mulyani yang ditemui dikantornya. Ia juga menjelaskan bahwa dalam waktu terdekat akan mengambil kebijakan mengenai hal ini yang dilakukan sesuai UU Cukai. Selain itu, iajuga menjelaskan bahwa hal ini juga dalam rangka recana di APBN tahun mendatang namun hingga saat ini ia masih konsultasi dengan berbagai pihak agar bisa segera diputuskan. Dari pihak Direktur Jendral Bea dan Cukai Kementrian Keuangan, Heru Pambudi juaga menjelaskan hal yang serupa.

“Kami belum tentukan tarif. Sekarang ini kami sedang fase koordinasi dan komunikasi antara Kementerian dan Lembaga (K/L), organisasi pemerhati kesehatan, pabrikan, asosiasi pabrikan rokok, dan kementerian terkait meliputi Kementan, Kemendag dan Kemenperin,” Jelas Heru.

Komentar

Loading...