Benarkah Isu Rokok Mahal untuk Kampanye Persaingan Bisnis?

Benarkah Isu Rokok Mahal untuk Kampanye Persaingan Bisnis?

190

Menurut Pengamat Ekonomi dan Hukum, Gabriel Mahal menyebutkan bahwa isu rokok mahak yang belakangan ini ramai diberitakan adalah salah satu cara industry farmasi memenangkan persaigan bisnis.

Benarkah Isu Rokok Mahal untuk Kampanye Persaingan Bisnis“Ini semua berawal dari agenda global yang didorong industri farmasi. Kelompok anti tembakau ingin supaya harga rokok bisa mendekati produk NRT yang saat ini dijual di kisaran Rp58 ribu, sehingga produk itu bisa kompetitif dengan harga rokok,” kata Gabriel.  Ia juga meniali bahwa hal ini salah kaprah jika kemudian harga rokok di Indonesia disbanding Singapura yang tidak memiliki kepentingan apapun tentang tembakau mengingat Singapura juga tidak memiliki petani tembakau. Meskipun begitu, di Singapura pemerintahnya huga menyediakan fasiltas tempat khusu bagi perokok. Hal itu juga diterapkan di Jepang. Namun sebaliknya, di Indonesia industry hasil dari tembakau ini justru dipojokkan.

Isu lain yang beredar dari kelompok anti tembakau adalah terus mendorong pemerintah untuk meratifikasi FCTC, dimanadalam regulasi FCTC memiliki keharusan pemerintah untuk mensubtitusi produk nikotin sontetis untuk terapi berhenti merokok.

“Jika FCTC diratifikasi, maka mau tidak mau ada keharusan impor NRT sehingga Indonesia berubah menjadi importir,” begitu jelas Gabriel.

Komentar

Loading...