Presiden Rusia Akui Tak Tahu Siapa Peretas pada Sistem Partai Demokrat

Presiden Rusia Akui Tak Tahu Siapa Peretas pada Sistem Partai Demokrat

176

Vladimir Putin, selaku presiden Rusia mengaku bahwa dirinya tidak mengetahui otak dibalik peretasan system informasi pada Partai Demokrat Amerika Serikat. Kasus peretasan system informasi ini diketahui ketika pada awal Agustus lalu beberapa sumber mengungkapkan pada Reuters bahwa terdapat puluhan ribu email dari Partai Demokrat yang tersebar. Diperkirakan hamper 20 ribu surel pejabat-pejabat di Partai ini yang diretas bocor hanya dalam waktu satu hari jelang Konvensi Partai Demokrat. Dimana dalam konensi ini akan meresmikan Hillary Clinton sebagai calon presiden dari partai tersebut dan akan melawan Donald Trump dari Partai Republik pada 8 November mendatang.

Vladimir Putin“Apakah penting untuk mengetahui siapa yang meretas data ini? Hal yang penting adalah konten yang dibeberkan ke public. Tak ada gunanya mengalihkan perhatian publik dari inti masalahnya dengan mengangkat beberapa isu kecil yang terkait dengan pencarian siapa yang melakukannya [peretasan]. Saya ingin mengatakan lagi kepada kalian, saya tidak tahu apa-apa tentang semua ini dan pada tingkat negara, Rusia tidak pernah melakukannya,” kata Putin dalam sebuah kesempatan.

Puluhan ribu surel yang bocor tersebut berisi bahwa para pejabat DNC lebih mendukung pencalonan Hillary Clinton dibandingkan Bernie Sanders. Dan beberapa sumber dari para pejabat AS menuduh Putin adalah oknum dari pelaku proses peretasan tersebut. Tak hanya itu, Rusia juga dituduh menjadi otak di balik peretasan terhadap tim kampanye Clinton dan Trump. Dan kabarnya, sejumlah pejabat bahkan menyebut Rusia ingin mempengaruhi proses pemilu Amerika Serikat.

Komentar

Loading...