Badan POM dan Bareskrim Menguak Kasus 42 Juta Obat-Obatan Ilegal

Badan POM dan Bareskrim Menguak Kasus 42 Juta Obat-Obatan Ilegal

153

Badan POM dan Bareskrim Menguak Kasus 42 Juta Obat-Obatan Ilegal

Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri bersama Badan Penanggulangan Obat dan Makanan (BPOM) berhasil menemukan lima gudang produksi dan distribusi obat illegal di Balaraja – Tangerang dan Serang Banten.

Dalam gudang tersebut, dari kelimanya ditemukan 42.440.000 butir pil ilegal siap edar dengan berbagai jenis. Yakni somadryl, heximer, carnophen, tramadol, thorexiphenydyl, obat tradisional ilegal dengan merk Pa’e, Agrican Black Ant, New Anrat, Gemuk sehat dan Nengen Zengzhangsu.

Penyidikan yang telah dilakukan dari delapan bulan lalu, ditemukan pertama kali di Kalimantan kemudian dikembangkan sehingga didapatkan sejumlah besar butir obat tersebut.

Penemuan obat illegal berawal dari meningkatnya laporan yang diterima Kapolda Kalimantan dengan kejadian kekerasan hingga penusukan.

Tutur Antam, Obat tersebut memiliki halusinasi tinggi dan digunakan sebagai obat penenang, penghilang rasa nyeri, dan dijual dengan harga murah yakni Rp 1.000 hingga 2.000 perbutir.

Penyidik Bareskrim Mabes Polri telah memeriksa 15 saksi untuk mengetahui dalang intelektual kejahatan obat tersebut.

“Saksi sudah diperiksa tapi untuk tersangka belum ada. Saksi akan ditelusuri kembali dan tindak lanjut akan diteruskan dan dikembangkan sampai aktor tersebut ditemukan,” ujar Wakil Kepala Bareskrim (Wakabareskrim) Irjen Antam Novambar di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Akibat dari perbuatannya, pelaku akan dikenai Undang – Undang Nomor Nomor 36 Tahun 2006 atau Pasal 196 atau Pasal 197 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.

Komentar

Loading...