Tahun Depan Ekonomi RI Didorong Kredit Bank

Tahun Depan Ekonomi RI Didorong Kredit Bank

152

Tahun Depan Ekonomi RI Didorong Kredit Bank

Bank Indonesia (BI) mengancar-ancar perekonomian akan berjalan lebih kuat di tahun depan, disokong oleh anjuran kredit yang akan meningkat hingga 12,7 persen.

Menimpali prognosis tersebut, Ahmad Baiquni selaku Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menyatakan bisa saja pertumbuhan kredit melewati dua digit pada tahun depan.

Baiquni menjelaskan sentimen yang dapat menggerakan permintaan kredit nasabah baik korporat maupun individu secara berangsur-angsur mulai membaik.

“Yang positif, proyek infrastruktur mulai jalan. Itu yang menjadi motor pertumbuhan kalau di BNI. Lalu ada sektor-sektor lain yang masih layak untuk dibiayai salah satunya bisnis kelapa sawit. Kebun sawit katanya sudah mulai pulih harganya,” ujar Baiquni, Kamis (8/9).

Ia menilai jalannya proyek infrastruktur dapat menaikkan pertumbuhan permintaan kredit produktif dibandingkan kredit untuk konsumsi. Kredit konsumsi justru diperkirakan tidak akan banyak berubah dari tahun ini.

Lantaran permintaan kredit konsumsi sangat bergantung pada daya beli masyarakat ditambah dengan respon positif atas kebijakan relaksasi uang muka Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang diterbitkan bank sentral baru saja.

“Kredit konsumsi masih tumbuh namun pertumbuhannya masih saat ini masih di bawah yang kredit produktif,” ucapnya.

Sampai akhir Juni lalu, pertumbuhan kredit BNI ada di atas rata-rata industri yaitu 24 persen. Sampai akhir tahun Baiquni percaya pertumbuhan kredit bank berlogo 46 itu dapat mencapai 25 persen.

Disamping itu, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Maryono optimis mampu menghasilkan pertumbuhan kredit lebih dari 21 persen di tahun depan. Permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang terserap tinggi tahun ini mengakibatkan permintaan pertumbuhan kredit modal dan investasi bagi para pengembang proyek.

“Untuk tahun depan kita akan bisa lebih tinggi dari tahun ini. Tahun ini aja BTN bisa naik 18 persen akhir tahun. Tahun depan bisa 20 malah 21 persen,” tegasnya.

Komentar

Loading...