Srilanka Bebas Malaria

Srilanka Bebas Malaria

129

Srilanka Bebas Malaria

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa Sri Lanka telah terbebas dari bahaya malaria. Hal ini merupakan prestasi membanggakan bagi kesehatan masyarakat yang pernah disebut sebagai salah satu negara dengan penyebaran malaria terakut di dunia itu.

Sri Lanka adalah negara kedua, setelah Maladewa, berhasil menghapuskan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk itu. Tidak ada kasus malaria yang tercatat di Sri Lanka selama tiga setengah tahun terakhir.

WHO ikut berpartisipasi aktif dalam menjayakan strategi penumpasan malaria di Sri Lanka, dengan menggerakkan sejumlah klinik berjalan, intens matang memberantas parasit penyebar penyakitnya seperti nyamuk, menyadarkan mengenai kesadaran kesehatan masyarakat

WHO juga memfasilitasi obat-obatan kepada masyarakat yang secara tidak sadar mungkin menjadi carier parasit malaria, yang dapat hidup di tubuh manusia selama lebih dari sepuluh tahun.

“Prestasi yang dicapai Sri Lanka benar-benar membanggakan. Pada pertengahan abad ke-20, Sri Lanka merupakan negara terjangkit malaria tertinggi, namun kini sudah terbebas dari malaria,” ucap Direktur WHO wilayah Asia Selatan, Poonam Khetrapal Singh, pada awal pekan ini.

Sejak 1986 hingga 1987, malaria menjadi wabah di Sri Lanka dan lebih dari 600 ribu kasus malaria terekam di Sri Lanka. Pada 2006, kasus malaria di Sri Lanka mulai menurun hingga kurang dari 1.000 kasus, dan sejak Oktober 2012 sudah tidak ditemukan lagi kasus malaria yang menyerang penduduk lokal.

“Ini adalah bukti keberanian dan kemauan dari pemimpinnya, pencapaian yang besar ini hanya bisa diraih ketika tindakan untuk mencapai target benar-benar dilaksanakan. Hal ini juga menunjukkan pentingnya melakukan pendekatan dengan komunitas akar rumput dan seluruh warga untuk mewujudkan pencapaian dramatis di bidang kesehatan masyarakat,” ujar Singh.

Akan tetapi WHO tetap mengingatkan agar Sri Lanka waspada dengan melakukan pengawasan ketat pada pelancong yang berpotensi membawa penyakit tersebut ke Sri Lanka.

Hampir separuh dari populasi di dunia beresiko tertular Malaria. Menurut laporan tahun 2015, ada 214 juta kasus malaria di seluruh dunia, dan 438 ribu jiwa dilaporkan meninggal. Paling tidak ratusan ribu anak-anak tewas akibat Malaria setiap tahunnya.

Sub-Sahara Afrika menjadi tempat dengan kasus malaria tertinggi, dan kematian akibat malaria sedunia di atas berasal dari Afrika.

Malaria merupakan penyakit yang dapat dicegah dan disembuhkan. Semenjak tahun 2000 silam, peningkatan dalam usaha mencegah penyakit malaria dapat mengurangi jumlah kematian akibat wabah ini sampai 60 persen.

Komentar

Loading...