Penyebaran Virus Zika

Penyebaran Virus Zika

373

Bersamaan dengan penularan epidemi virus zika ke negara-negara Asia Tenggara, suatu penelitian di Negara  Amerika Serikat mendapati fakta bahwa virus zika mampu hidup di mata.

Profesor di Washington University School of Medicine di St Louis, Michael Diamond, memaparkan invensi tersebut setelah melakukan suatu uji pada tikus. Uji ini diduga dapat menerangkan alasan mengapa beberapa pasien mengalami penyakit mata, dan mengakibatkan kebutaan pada beberapa pasien.

Dalam jurnal Cell Reports, penelitian menerbitkan perihal mempelajari efek infeksi virus Zika di mata janin tikus, bayi tikus, juga tikus dewasa.

“Studi kami menunjukkan bahwa mata bisa menjadi reservoir untuk virus zika,” ujar Diamond, sebagai salah satu penulis senior studi tersebut.

“Kami perlu mempertimbangkan apakah orang dengan virus zika memiliki virus menular di mata mereka dan berapa lama itu benar-benar ada,” tuturnya.

Ditulis dalam catatan penelitian bahwa pasien dapat menularkan infeksi virus zika melalui air mata mereka. Kini, para peneliti bermaksud untuk memperluas penelitian dengan memasukkan manusia yang terinfeksi virus zika.

Zika hanya menyebabkan gejala ringan seperti demam dan ruam bagi kebanyakan orang.Akan tetapi, jika virus itu merebak kepada wanita hamil, maka besar kemungkinan bayi yang dilahirkan akan mengalami cacat volume otak atau mikrosefalus

Para peneliti juga menyatakan bahwa sepertiga bayi yang terkena zika dalam kandungan, mengalami penyakit mata seperti peradangan saraf penglihatan, kerusakan retina atau kebutaan.

Zika juga mampu menyebabkan konjungtivitis pada orang dewasa. Juga uveitis walaupun kejadiannya sangat jarang. Uveitis merupakan suatu kondisi di mana bagian dinding mata menjadi meradang. Hal ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan persisten.

Peneliti menginfeksi tikus dari bawah kulit, hampir sama dengan cara manusia diinfeksi oleh nyamuk. Mereka menemukan virus zika hidup di mata tikus tujuh hari kemudian. Infeksi pada mata (tikus) itu menandai bahwa seseorang dapat terinfeksi zika hanya dengan menyentuh air mata yang telah terinfeksi.

Masih belum jelas bagaimana virus zika membuat jalan ke mata. Para peneliti mengatakan, salah satu kemungkinan adalah bahwa virus melintasi penghalang darah-retina yang memisahkan mata dari aliran darah, dan menjalar ke saraf optik yang menghubungkan otak dan mata.

Walau bukan virus itu sendiri, namun peneliti menemukan adanya materi genetik dari zika di air mata tikus yang terinfeksi pada masa 28 hari setelah infeksi.

Komentar

Loading...