Elpiji 3 Kg Non-Subsidi Sebagai Solusi Pertamina

Elpiji 3 Kg Non-Subsidi Sebagai Solusi Pertamina

1050

Elpiji 3 Kg Non-Subsidi Sebagai Solusi Pertamina

PT Pertamina (Persero) akan segera meresmikan produk Liquified Petroleum Gas (Elpiji) gas 3 kilogram non-subsidi sebagai preferensi bagi kumpulan masyarakat menengah sebagai usaha pemerintah dalam menyalurkan elpiji bersubsidi  tertutup.

Ahmad Bambang, Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina menyatakan produk elpiji 3 kg non-subsidi ini nantinya akan disalurkan untuk golongan masyaraka yang menganggap harga elpiji 5,5 kg terlalu mahal. Namun, golongan ini pun tidak berhak menikmati fasilitas distribusi elpiji tertutup.

“Kami berharap bisa mengubah konsumsi elpiji secara bertahap. Bagaimanapun juga, elpiji 3 kg bersubsidi itu untuk rakyat miskin. Misalkan masyarakat anggap elpiji 5,5 kg itu mahal, kami akan keluarkan lagi 3 kg khusus yang non-subsidi,” jelas Ahmad di Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jumat (9/9).

Menurut Ahmad, tabung elpiji 3 kg non-subsidi ini baru akan dikeluarkan jika pelaksanaan subsidi elpiji tertutup tidak berjalan dengan baik dan tabung gas 5,5 kg kurang diterima masyarakat. Oleh karena itu, Ahmad mengatakan bahwa interes masyarakat terhadap tabung gas 5,5 kg cukup tinggi.

Terlihat dari penjualan gas 5,5 kg yang sudah mencapai 300 ribu ton per Agustus 2016. Angka ini terekam 50 persen dari target penjualan di akhir tahun sebanyak 600 ribu ton.

Kendati demikian, Ahmad menyatakan bahawa perusahaan akan meluncurkan produk elpiji 3 kg non-subsidi karena Pertamina tak punya cadangan tabung 5,5 kg yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan baru. Untuk mengganti ke non – subsidi sangat mudah, tinggal mengubah jadi katup ganda dan ganti nozzle.

“Saat ini penerima tabung perdana elpiji bersubsidi di Indonesia berjumlah 54,9 juta rumah tangga. Sesuai dengan data sementara dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), penerima subsidi elpiji 3 kg lewat mekanisme distribusi tertutup adalah sebanyak 15,96 juta rumah tangga”, tuturnya.

Oleh karena itu, dibutuhkan produk gas non-subsidi yang bisa membantu 38,97 juta rumah tangga lain, yang dianggap tak berhak menikmati distribusi elpiji tertutup. Untuk menghindari distribusi tertutup, tabung gas 5,5 kg harus tersebar dimana – mana.
Untuk diketahui, volume subsidi gas elpiji di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 tercatat sebesar 7,09 juta ton. Angka itu lebih besar dibanding RAPBNP tahun 2016 sebesar 6,25 juta ton.

Komentar

Loading...