BPJS Akui Mengalami Rugi Peserta Telat Iuran

BPJS Akui Mengalami Rugi Peserta Telat Iuran

178

BPJS Akui Mengalami Rugi Peserta Telat Iuran

BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan mengiakan mengalami rugi akibat perilaku peserta yang tidak disiplin dalam membayar iuran.

Bayu Wahyudi, Direktur Hukum, Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan menerangkan ketetapan BPJS langsung menarik layanan kesehatan bagi peserta yang terlambat membayar iuran tanpa terkecuali bertujuan untuk membuat peserta lebih tertib dalam membayar kewajibannya.

Hukum, Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Kesehatan mengatakan bahwa “Kami ingin melakukan edukasi kepada masyarakat supaya lebih disiplin dan tidak membayar iuran pada waktu ketika sedang sakit saja. Tapi ketika sedang sehat malah tidak membayar,” Pada Rabu (14/9).

Selama perjalanan program JKN-KIS ini, ketika peserta telah menerima fasilitas, ke depannya akhirnya lepas tanggung jawab dalam membayar iuran. Ketidaksiplinan para peserta dalam memenuhi kewajiban iuran memberi efek negatif bagi neraca keuangan BPJS Kesehatan.
Contohnya, dari catatan BPJS Kesehatan dari keseluruhan kepesertaan anggota yang terdaftar, sejumlah 17,4 juta Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri menghabiskan 30 persen manfaat pelayanan yang dibayarkan oleh BPJS Kesehatan. Akan tetapi dari total 17,4 juta jiwa tersebut yang membayar iuran hanya 8 persen atau hanya Rp4 triliun.

“Mereka menyedot hampir Rp16 triliun manfaat dari BPJS Kesehatan tapi yang bayar iuran hanya Rp4 triliun. Kalau mau enak terus BPJS kesehatan akan defisit terus,” tuturnya.

Jika para peserta mandiri tidak memiliki kemampuan untuk membayar iuran maka daianjurkan para peserta berkoordinasi dengan pihak BPJS Kesehatan untuk mendaftarkan menjadi anggota Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Komentar

Loading...