Kemenkes Gandeng BPOM, BNN dan Polri Musnahkan Obat Palsu

Kemenkes Gandeng BPOM, BNN dan Polri Musnahkan Obat Palsu

120

 

 

Kementerian Kesehatan  terus mengeratkan kerja sama untuk memberantas obat palsu atau illegal yang disangka masih banyak didistribusikan di pasaran.

Nila Moeloek, Menteri Kesehatan menerangkan jika saat ini masih terus memperlajari lebih dalam mengenai persebaran obat palsu atau obat ilegal yang bisa membahayakan nyawa konsumen.

“Ini (kerja sama) dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM), Bareskrim, Badan Narkotika Nasional (BNN), beserta Kemenkes. Penuntasan ini harus terus dilakukan,” ujar Nila Moeloek di Kantor Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), di Senayan, Jakarta, pada Jumat (16/9/2016).

Menkes Nila Moeloek, memaparkan sejumlah obat yang disalahgunakan juga harus dihentikan. Menurutnya, banyaknya obat dari luar yang masuk tanpa izin, serta obat illegal harus dicegah peredarannya.

“Obat palsu atau ilegal. Mereka ada obat kedaluarsa yang dipakai, ada yang diisi, atau yang dioplos atau impor dari luar. Ini sudah ranah kriminal,” tegasnya.

Dia menganjurkan supaya Indonesia dapat menggunakan obat dari bahan alami seperti pembuatan obat dari bahan herbal lebih bermanfaat dan tidak menimbulkan efek samping.
“Kita tahu bahwa tanaman yang bisa dijadikan obat. Seperti obat herbal. Itu harus dilakukan penelitian. Bisa kita lakukan ini,” tambahnya.

Nila pun menghimbau kepada masyarakat, supaya lebih berhati-hati saat membeli obat di toko atau apotek. Dan jangan mudah tergoda dengan obat yang memiliki harga yang terlalu atau tidak sesuai dengan harga normal.

Komentar

Loading...