Alergi Unik, Cara Atasi Alergi Air

Alergi Unik, Cara Atasi Alergi Air

147

Alergi Unik, Cara Atasi Alergi Air

Terdapat banyak macam alergi di dunia kesehatan mulai dari yang biasa kita temui seperti alergi makanan sampai alergi yang belum pernah dijumpai nyaris saja langka yakni alergi air. Rachel Warwick dari Inggris adalah orang yang mengalami salah satu alergi unik ini, alergi air.
Alergi air ini dikenal dengan nama aquagenic urticaria, Marcus Maurer dari European Centre for Allergy Foundation (ECARF) menjelaskan kondisi alergi terhadap air dapat memberi dampak sangat serius untuk pasien. Rachel yang menderita alergi tersebut, mengakibatkan ia tidak bisa berlama-lama mandi serta minum air dingin sebab meresapnya sedikit air saja bisa membuat tenggorokannya bengkak.

Dilansir dari BBC, “Dalam hal mengganggu kualitas hidup, kondisi ini adalah salah satu penyakit kulit terburuk yang bisa Anda miliki,” ujar Maurer pada Sabtu (17/9/2016).

Apakah yang kira – kira menjadi penyebab alergi air tersebut? Sampai sekarang, alergi air belum diketahui pasti akan tetapi ada sejumlah teori yang bisa menjelaskan. Maurer menyatakan dari beberapa penelitian diketahui nampaknya bukan kandungan dari air itu sendiri yang menjadi pemicu dari masalah.

Reaksi imun berlebih (alergi) muncul karena sesuatu yang sudah ada di dalam diri dalam pasien itu sendiri.

Sebuah teori menyebutkan saat air berinteraksi dengan permukaan kulit terluar, jaringan kulit mati dan senyawa minyak yang ada akan melepaskan komponen racun sehingga memicu alergi. Di samping itu, teori lain menyebut air dapat membuat senyawa kimia yang ada di lapisan kulit terluar menjadi lebih bisa meresap masuk ke pori-pori dan menimbulkan alergi.
Maurer menganjurkan menggunakan obat untuk asma bernama Omalizumab untuk pengobatan alergi. Karena obat ini bekerja dengan mendindingi antibodi IgE yang bertanggung jawab terhadap alergi sehingga reaksi dapat dihindari walaupun zat pemicunya belum diketahui secara pasti. Dilakukan uji pada seorang wanita 48 tahun di Agustus 2009, dan hasilnya pemberian obat dapat menghilangkan gejala hanya dalam kurun waktu satu bulan.

Komentar

Loading...