Wanita Lebih Rentan Terserang Kanker Serviks Saat Nikah Muda

Wanita Lebih Rentan Terserang Kanker Serviks Saat Nikah Muda

122

Wanita Lebih Rentan Terserang Kanker Serviks Saat Nikah Muda

BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) menganjurkan usia pernikahan wanita minimal 21 tahun. Mengapa harus menunggu umur 21 tahun? Banyak dokter yang telah menjelaskan bahwa organ reproduksi juga membutuhkan waktu untuk ‘matang’.

Menurut pendapat Prof Andrijono, MD dari RS Cipto Mangunkusumo, Jika organ reproduksi belum matang namun sudah dipaksakan bekerja, maka akan menyebabkan risiko dari segi kesehatan. Salah satunya yaitu kanker serviks.
Dalam jumpa press  Indonesia Working Group (IWG)-HPV di Salemba, Jakarta, Jumat (16/9/2016), Prof Andrijono mengatakan bahwa perkawinan yang terlalu dini dapat meningkatkan risiko terserang kanker serviks.

“Hal ini disebabkan karena organ reproduksinya jika terlalu muda atau belum ‘matang’, akan lebih rentan terjangkit kanker serviks. Usia matang organ reproduksi biasanya sekitar 20-30 tahun,” tutur Prof Andrijono.

Prof Andrijono juga mengatakan bahwa, kehamilan pada wanita yang usianya masih terlalu muda akan lebih berisiko, jika dibandingkan dengan wanita yang usianya sudah lebih dewasa. Prof Andrijono menambahkan, selain dari faktor fisik, secara psikis dan emosi wanita yang terlalu muda juga tak siap “Jadi organ secara biologis belum siap, emosional juga belum dewasa.”

Sebelumnya, Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty menjelaskan bahwa minimal usia pernikahan bagi wanita dimulai dari 21 tahun dan pria 25 tahun. Surya Chandra berpendapat, menikah di usia dini khususnya di usia remaja akan menghilangkan kesempatan seseorang untuk sekolah dan mematangkan kejiwaan. Jika dipaksakan sambil sekolah, orang tua tidak akan maksimal menjalankan peran sebagai pendidik bagi anak-anaknya.

Komentar

Loading...