Mayoritas Perkembangan Ekonomi RI Disokong Sektor Pangan

Mayoritas Perkembangan Ekonomi RI Disokong Sektor Pangan

201

Mayoritas Perkembangan Ekonomi RI  Disokong Sektor Pangan

Said Didu, Mantan Sekretaris Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan, setengah atau 50% dari nilai angka pertumbuhan ekonomi Indonesia, bersumber dari kemajuan sektor pangan. Maka, apabila pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini mencapai angka 5%, setengahnya didorong dari pangan.

Dengan tegas dia menerangkan bahwa pembentukan holding BUMN pangan lebih utama dibandingkan dengan pembentukan holding untuk BUMN sektor lain. Hal ini karena keadaan BUMN yang berjalan di sektor pangan sedang tidak sehat.

“Ekonomi kita itu tumbuh karena pangan, sektor pangan kita menyumbang banyak untuk pertumbuhan ekonomi. 2%-an dari hasil pangan Indonesia. Maka, pembentukan holding pangan ini jauh lebih penting ketimbang lainnya,” tuturnya di Jakarta, Sabtu (17/9/2016).

Holding BUMN pangan akan dengan nyata akan membawa sektor ekonomi ke arah yang lebih baik, terlebih suatu saat Indonesia akan menjadi negara pengekspor pangan. Said menganalogikan, masyarakat Indonesia mungkin saja bisa puasa dalam menggunakan listrik berhari-hari, akan tetapi tidaklah mungkin bertahan hidup tanpa pangan alias tidak makan berhari-hari.

“Mustahil orang bisa hidup tanpa makan kan? Orang bisa hidup tanpa listrik karena masih ada siang hari, tapi kalau tanpa pangan, enggak makan, siapa yang lantas bisa hidup,” tambahnya.

Said pun menganjurkan, pemerintah untuk segera mengambil tindakan supaya Indonesia tidak selalu menjadi negara importir untuk pangan. Apalagi disaat kebutuhan masyarakat meningkat namun ketersediaan supply tidak dapat mencukupi kebutuhan dalam negeri.

“Percuma saja kita hidup di negara agraris tapi kita masih suka impor beberapa komoditas pangan kalau supply dalam negerinya kurang,” tandasnya.

Komentar

Loading...