Alasan Penting Berwirausaha Di Usia Remaja Dan Langkah Jitu Meningkatkan Produktivitas

Alasan Penting Berwirausaha Di Usia Remaja Dan Langkah Jitu Meningkatkan Produktivitas

568
memuat...

Harianpost.co.id – Jika kita tahu seberapa banyak pengusaha asli yang berdarah Indonesia, kita pasti akan terkejut. Populasi penduduk Indonesia secara keseluruhan ini sudah mencapai angka 250 juta jiwa lebih, sedangkan hasil survey dari sensus ekonomi tahun 2016 terhitung angka orang-orang Indonesia yang menjalankan bisnis sendiri hanya sekitar 4 juta-an.

Itu artinya, dari 250 juta itu hanya 1,6 persennya saja orang Indonesia yang sudah berwirausaha

Berwirausaha di usia muda
Berwirausaha di usia muda – via via pixabay.com

Lantas kemana saja yang lainnya?

Ternyata banyak dari warga Negara Indonesia yang lebih memilih untuk bekerja sebagai pegawai/karyawan saja dari pada menjalankan bisnis sendiri. Bahkan tak sedikit juga warga Negara Indonesia yang memilih menjadi buruh.

Entah itu buruh pabrik, atau bahkan yang sebenarnya bisa dikatakan “memalukan” adalah menjadi buruh di luar negeri alias TKI. Bukan bermaksud untuk mengolok-olok, tapi memang begitulah fakta yang ada.

Dilihat secara kasat mata memang banyak sekali perusahaan-perusahaan yang sudah berdiri di Negara tercinta ini, akan tetapi hampir 70% pemiliknya atau pendirinya adalah orang-orang non-Indonesia. Mengapa bisa seperti itu? Jangan Tanya penulis, tanyalah langsung pada mereka satu persatu.

Hal ini bisa jadi disebabkan karena pola pikir masyarakat Indonesia yang kebanyakan tidak ingin keluar dari zona nyaman mereka, tidak ingin susah, tidak ingin tertekan. Dan katanya, mereka lebih memilih “pekerjaan yang pasti-pasti saja”. Pasti apanya? Setiap bulannya pasti dapat gaji, setiap bulannya pasti dapat duit, setiap tahunnya pasti dapat tunjangan, dan yang pasti-pasti lainnya.

Sekali lagi penulis dapat menyimpulkan bahwa inilah salah satu faktor penyebab Indonesia menjadi Negara yang susah untuk maju. Kembali lagi pada hitungan banyaknya pengusaha di Indonesia yang hanya mencapai 1,6 persen tadi, sedangkan suatu Negara baru bisa dikatakan sebagai Negara berkembang jika jumlah pengusaha di dalamnya sudah mencapai standar yaitu sekitar 2 persen.

Bukankah itu artinya Negara ini masih berada di bawah level Negara berkembang?

Mari kita bandingkan dengan Negara tetangga kita, Malaysia. Kita sudah pasti tahu seberapa besar Negara tersebut dan berapa banyak penduduknya, tidak ada apa-apanya dengan Indonesia. Tetapi secara mengejutkan ternyata jumlah pengusaha yang ada di Negara tersebut terhitung sudah mencapai angka 5 persen.

BAYANGKAN!!

Jangan pernah katakan “kita menjadi buruh TKI sebab tidak ada lapangan pekerjaan di Negara ini”. Itu benar-benar kalimat yang konyol sekali.

Jika mau memutar otak, pasti ada sesuatu yang bisa kita lakukan untuk dijadikan bisnis. Dan itu artinya kita juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang-orang di sekitar kita bahkan akan bisa mengurangi jumlah TKI, mungkin.

Sedemikian pentingkah berwirausaha?

Berwirausaha secara tidak langsung bisa membantu perkembangan ekonomi Negara juga. Tidak percaya? Usaha yang kita jalankan tanpa kita sadari akan ikut berpartisipasi membantu Negara dalam menghadapi persaingan ekonomi global, selain itu segala usaha yang kita jalankan akan meningkatkan penghasilan pajak Negara.

Akan lebih hebat lagi jika kita memulai berwirausaha ketika usia kita masih remaja. Mengapa?

Memang banyak sekali pentingnya untuk berwirausaha ketika masih menginjak usia remaja, sebab di usia itulah masa-masa produktif seseorang sedingkat meningkat luar biasa pesat. Dan masih banyak lagi lainnya, dan jika kita kerucutkan lagi, maka ada 2 hal penting yang mengharuskan remaja untuk memulai berwirausaha.

Pertama, para generasi muda dianggap mempunyai potensi yang sangat besar terhadap perkembangan ekonomi Negara

Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa kaum pemuda bisa lebih unggul dalam hal produktivitas jika dibandingkan dengan para orang tua. Energi yang mereka miliki jauh lebih kuat dan juga pikiran yang masih bebas untuk bergerak menjadi satu-satunya penyebab mereka bisa menghasilkan sesuatu yang lebih berkualitas.

Jadi, para pemuda diyakini akan lebih mudah menghadapi tantangan-tantangan baru di bidang ekonomi.

Terlebih lagi, jika mau digali lebih dalam akan banyak remaja dengan talenta tersembunyi dan bakat yang terpendam. Sayangnya, di Indonesia jarang yang muncul. Entah karena terpendamnya terlalu dalam sehingga susah untuk digali atau bagaimana, penulis belum menemukannya.

Sebab yang bisa menggali talenta serta bakat tersebut tak lain adalah diri mereka sendiri.

Kedua, peran generasi muda dalam pertumbuhan ekonomi sudah terbukti krusial

Tahu apa alasannya? Dari jumlah seluruh penduduk Indonesia yang berjumlah 250 juta jiwa lebih, terhitung penduduk dengan usia di bawah 30 tahun mencapai angka 50%. Bayangkan jika setengah penduduk Negara dengan jumlah segitu banyaknya menjadi buruh, menjadi pegawai, atau hijrah ke luar negeri membantu ekonomi mereka.

Bukankah Negara ini akan semakin terpuruk?

Oleh sebab itulah mengapa peran remaja begitu penting untuk bisa mendobrak perekonomian Negara Indonesia. Dengan didukung oleh pengusaha-pengusaha muda maka akan timbullah perekonomian yang stabil serta jiwa pengusaha yang kuat.

Nah sekarang apa yang harus dilakukan untuk bisa meningkatkan skill dan produktivitas sehingga akan mudah bisa memulai bisnis di usia remaja?

Ini yang harus diperhatikan. Usia remaja adalah usia dimana seseorang sedang mempunyai rasa penasaran yang tinggi, yang menjadikan mereka selalu ingin tahu segala sesuatu yang mereka temui. Hal ini menyebabkan mereka selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan yang membingungkan.

Jika sudah seperti itu, maka sebagai remaja yang handal kita harus bisa mengatur waktu dengan sebaik mungkin, dan diiringi dengan rasa tanggung jawab yang tinggi. Tapi jika ini adalah yang pertama kalinya kita lakukan, mengatur waktu untuk menjalankan beberapa usaha tentunya akan menjadi hal yang sangat sulit.

So, baiknya kita lakukan terlebih dahulu 2 hal penting di bawah ini untuk mingkatkan produktivitas kita dengan pesat.

Pertama, biasakanlah untuk bisa fokus pada satu hal telebih dahulu dalam sekali waktu

Mengerjakan banyak aktifitas atau usaha dalam sekali waktu akan berimbas pada hasil yang kurang efektif. Bukan menjadi masalah besar bagi yang sudah terbiasa melakukannya, tapi jika belum terbiasa? Bukan produktivitas yang akan kita dapatkan, bisa jadi justru akan menghasilkan omong kosong belaka.

Maka dari itu, cobalah untuk menekuni satu bidang saja dulu. Jika hasilnya nol, tinggalkan. Tapi jika hasilnya memuaskan, lanjutkan. Ketika hasil sudah terlihat, maka kita bisa mengembangkan usaha yang lain lagi. Bagaiamana dengan usaha yang pertama? Usaha yang sudah berjalan akan tetap dilakukan dan tentunya itu akan lebih mudah untuk dikontrol.

Usaha yang sudah terkontrol dengan baik pastinya akan membuat waktu kita lebih leluasa. Jika sudah seperti itu, saatnya kita untuk menjalankan usaha yang lain lagi, lagi dan lagi.

Kedua, jika semua usaha yang kita miliki sudah terkontrol dengan  baik, maka yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah buatlah proyek jangka pendek dan proyek berjangka panjang

Dari beberapa usaha yang sudah kita jalankan dan sudah berjalan, kita pasti tahu usaha mana yang masuk proyek jangka pendek dan usaha mana yang masuk proyek jangka panjang.

Apa tujuannya?

Tujuan dari proyek jangka pendek tak lain adalah untuk menigkatkan seta mempercepat masuknya keuangan. Sedangkan tujuan proyek jangka panjang adalah untuk mengantisipasi ketika kita sudah tidak memiliki tenaga yang cukup untuk menjalankannya alias sudah tua. Usaha jangka panjang ini akan terus berjalan dan keuangan juga akan terus ada.

Jadi, bagaimana sekarang? Apakah kita akan tetap diam saja sebagai remaja dan menunggu orang lain membuka lowongan kerja untuk anda? Tidak inginkah kita menjadi seorang pemimpin yang bisa mengayomi orang lain? Keputusan sepenuhnya ada di tangan kita sendiri. Selamat beraktivitas dan semoga sukes.

Komentar

Loading...