3 Pilar Kunci Bisnis Startup Yang Selalu Dilupakan “Pengusaha Pintar”

3 Pilar Kunci Bisnis Startup Yang Selalu Dilupakan “Pengusaha Pintar”

559
memuat...

Harianpost.co.id – Jika anda telah memulai membuat perusahaan teknologi untuk dapat menghasilkan banyak uang, kemungkinan anda bisa saja buta dengan matematika atau hanya berhalusinasi saja. Sebab, secara statistic telah terbukti, kesempatan anda untuk berpeluang besar mendapatkan keuntungan berada di titik nol atau hasilnya hampir nihil.

3 Kunci Mengembangkan bisnis startup
3 Kunci Mengembangkan bisnis startup – foto: techcrunch.com

92% dari bisnis-bisnis startup gagal dalam tiga tahun terakhir. Terhitung hanya ada 1 persen saja dari aplikasi di Apple App Setore yang sukses secara finansial. Dan bahkan untuk beberapa perusahaan beruntung karena menaikkan dana ventura mereka, sedangkan 75%  lainnya akan gagal untuk bisa mengembalikan dana atau modal dari para investor.

Bisa dikata, bagian tersulit ketika kita menjalankan bisnis baru adalah mengetahui apa yang harus diprioritaskan. Akan ada ratusan keputusan yang harus dibuat, dan tetap memperhatikan sesuatu yang terpenting yang dianggap sebagai tantangan serta memperhatikan mana yang bukan termasuk tantangan di masa mendatang.

Tapi ketika anda mencoba ikut serta masuk ke dalam tim anda sekedar untuk membantu mereka agar bisa lebih fokus lagi, dan jika anda jeli maka anda akan menemukan sebuah cara  yang sangat berguna sekali, bahkan cara ini bisa jadi akan diluar dugaan anda.

Dan cara itu disebut kerangka GEM

Asal-usul dari mana ditemukannya kerangka kerja ini masih belum diketahui secara pasti, tapi mungkin anda sudah pernah mendengar bahwa teknik kerangka yang serupa pertama kalinya digunakan oleh perusahaan LinkedIn ketika awal-awal mereka berdiri.

Tugas dari sebuah perusahaan yang paling utama adalah untuk menemukan cara yang bisa berjalan ecara berkelanjutan yang bisa memberikan nilai kepada para pelanggan, karyawan serta para pemegang saham. Sedangkan untuk bisa melakukan hal tersebut perusahan wajib dan tidak pernah boleh melupakan GEM.

Apa sih GEM? GEM itu kepanjangannya Growth, Engagement dan Monetization (Pertumbuhan, keterlibatan dan Monetasi)

Growth (Pertumbuhan)

Pertumbuhan ini mencakup  semua tentang bagaimana sebuah perusahaan itu bisa menemukan pengguna baru atau pelanggan baru. Maksudnya dalam hal ini adalah bagaimana mendapatkan pesan yang tepat di depan orang-orang  yang sedang membutuhkan sesuatu yang anda miliki, atau apa-apa yang dipunyai perusahaan anda. Mari kita sebut pesan-pesan ini sebagai “pemicu eksternal.”

Pemicu eksternal yang disampaikan melalui berbagai saluran, termasuk iklan televisi, penjual, email atau dari mulut ke mulut.

Beberapa pemicu eksternal tersebut contohnya seperti pelanggan yang puas akan menceritakan hal-hal lain tentang produk Anda, bisa anda dapatkan secara gratis. Lain halnya dengan ketika kita menjalankan iklan di Google atau membeli billboard di sepanjang jalan raya, anda bisa dikenakan biaya dalam jumlah yang besar, pastinya.

Pada dasarnya memang tidak ada hal baik atau buruk jika membandingkan antara pemicu eksternal dengan yang lainnya. Yang terpenting adalah bisnis anda sekarang ini memiliki pemicu yang pas. Perlu diketahui bahwa mendapatkan pertumbuhan yang viral itu sangat mengagumkan, tetapi akan sulit sekali untuk merancang dan mempertahankannya. Sementara itu, membeli pemicu di media dapat mendatangkan minat pelanggan yang stabil, hanya saja bisa sangat mahal.

Bicara soal pertumbuhan sendiri ada pertanyaan yang perlu sekali untuk dijawab, “Apakah perusahaan kita semakin baik dalam menarik perhatian orang-orang yang membutuhkan produk kami”. Untuk bisa mengukur jawabannya kita harus melacak pengguna baru atau pelanggan dari waktu ke waktu, serta biaya yang harus ktia keluarkan untuk menarik perhatian mereka.

Sangat penting untuk diketahui bahwa sebuah pertumbuhan itu adalah sebuah proses dan juga sebuah praktek, dan bukan merupakan kondisi akhir. Sebuah perusahaan yang puas dengan pertumbuhan mereka akan sangat beresiko kehilangan pelanggan yang akan lari pada pesaing mereka.

Sedangkan kita tahu, pertumbuhan para hacker semakin banyak yang tak henti-hentinya menguji berapa banyak pelanggan potensial dapat ditemukan dengan biaya yang murah.

Kesimpulannya,

Pertanyaan untuk pertumbuhan perusahaan: “Apakah perusahaan kita sudah semakin baik dalam menarik perhatian orang-orang yang membutuhkan produk kami”.

Jawabannya: Jumlah pengguna baru atau pelanggan serta biaya yang keluarkan untuk mendapatkan mereka

Engagement (Keterlibatan)

Dengan hanya memiliki sedikit produk dan layanan, maka sudah pasti keterlibatan pelanggan secara alami akan jarang terjadi. Coba kita lihat aplikasi seperti facebook, slack, salesforce dan snapchat, mereka memerlukan layanan untuk bisa menciptakan sebuah kebiasaan pengguna untuk bisa terlibat di dalamnya, jika tidak bisa dipastikan mereka akan tenggelam dari dunia bisnis.

Sebab jika layanan mereka tidak sering digunakan, maka produk yang mereka keluarkan menjadi kurang berguna, yang akan berujung pada tidak pernah kembalinya para pengguna pada produk kita.

Kita harus tahu, bahwa mempertahankan pelanggan itu artinya kita juga menjaga mereka untuk tetap terlibat. Bahkan beberapa bisnis sangat bergantung pada keterlibatan pelanggan secara berulang-ulang dari pada bergantung pada faktor lainnya. Namun yang paling penting bagi investor, karyawan dan pendiri perusahaan adalah memahami apa yang bisa membawa pelanggan ingin kembali terlibat atau menggunakan produk kita.

Sedangkan untuk bisa melacak ketrlibatan pelanggan, perusahaan harus menghitung presentase orang-orang yang menggunakan produk atau jasa sesering mungkin, mereka harus diklasifikasikan sebagai “pelanggan yang harus dipertahankan”.

Kesimpulan:

Pertanyaannya bagi perusahaan, “Apakah kita sudah semakin baik dalam melibatkan pelanggan yang menggunakan produk kita”.

Jawabannya, “Menghitung pertumbuhan dengan persentase jumlah pelanggan dipertahankan.”

Monetisasi

Pada akhirnya, perusahaan perlu untuk mengubah beberapa manfaat yang mereka buat agar bisa menjadi uang atau mereka harus gulung tikar. Ada banyak cara untuk menangkap manfaat. Perusahaan yang dapat mengenakan biaya berlangganan, mendapatkan pembelian satu kali atau membuat pasar di mana pelanggan bisa mengambil bagian dari transaksi antara pembeli dan penjual.

Ketika datang saatnya untuk monetize, pertanyaan yang paling penting adalah “Apakah kita sudah semakin baik dalam pengambilan nilai yang telah kita buat?”, metriknya di sini adalah keuntungan. Ini penting untuk tidak hanya bertanya bagaimana perusahaan bisa melakukannya saat ini juga, tetapi juga untuk bisa memahami berapa banyak permintaan yang belum dimanfaatkan untuk produk kita.

Ini adalah satu-satunya cara untuk bisa memprediksi apakah suatu perusahaan akan bisa tetap berkesinambungan dalam waktu dekat dan membuat pertaruhan pada seberapa besar perusahaan bisa mendapatkannya di masa mendatang.

Pada titik inilah orang bisa mendapatkan “keberuntungan” pada bisnis startup mereka. Ketika ketrampilan, ketekunan dan proses bisa mendorong pertumbuhan pelanggan, membuat pelanggan terlibat dengan produk mereka, memprediksi pasar di masa mendatang ini sangat sulit,

Inilah tempat dimana orang akan mendapatkan “keberuntungan” pada startups.

Saat keterampilan, ketekunan dan proses mendorong pertumbuhan pengguna, menjadikan mereka selalu terlibat pada produk, memprediksi pasar masa depan ini sangat sulit, maka menjadi terlalu pintar bisa jadi sebuah kerugian.

Kebanyakan orang pintar cenderung mencoba untuk memprediksi pasar di masa depan dengan membaca laporan industri. Memiliki akses pada informasi yang sama, pesaing cenderung juga akan memiliki kesimpulan yang hampir sama pula. Itulah sebabnya mengapa sesuatu yang tepat tidaklah cukup. Paradoksnya, jika anda kesimpulan anda benar dan semua orang setuju dengan anda, maka pesaing juga akan melihat peluang yang sama, kemudian memasuki pasar tersebut dan menggerogoti keuntungan anda secara perlahan.

Oleh karena itu, ketika sudah tiba saatnya untuk me-monetize usaha anda, hanya ada satu cara untuk mencapainya, anda harus melihat peluang pasar di masa depan ketika pesaing tidak melakukannya. Sebagaimana saran dari Warren Buffett, untuk melindungi pasar dari peaing anda hanya ada lima cara, ibarat kata, lima cara ini adalah parit yang tak boleh dialnggar atau dilupakan, Skala ekonomi, efek jaringan, proteksi peraturan, brand dan kebiasaan.

Intinya, Trinitas kerangka GEM sangat diperlukan untuk bisnis startup. (www.harianpost.co.id)

Komentar

Loading...