6 Cara Sederhana Meningkatkan Produktivitas Perusahaan Melalui Keseimbangan Gender

6 Cara Sederhana Meningkatkan Produktivitas Perusahaan Melalui Keseimbangan Gender

1097
memuat...

Harianpost.co.id – Seperti kebanyakan perusahaan pada umumnya yang telah menyadari manfaat dari sebuah tempat atau lingkungan kerja dengan jumlah gender (jenis kelamin) pekerja yang seimbang. Dan ternyata, minat perusahaan untuk merekrut atau mempertahankan para pekerja wanita sedang berkembang. Tapi bagaimana cara terbaik bagi perusahaan untuk menilai para tenaga kerja mereka saat ini? Serta apa yang dibutuhkan untuk bisa membuat sebuah peningkatan?

Menurut sebuah studi kasus terbaru oleh Peterson Institute, perusahaan dengan 30% atau lebih pekerja ekskutive wanita mampu mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Dilaporkan dari McKinsey Global Institute, bahwa hampir bisa dipastikan dengan memperbaiki keseimbangan gender di tempat kerja akan menghasilkan lebih dari $ 2 triliun produk domestic Amerika Serikat di tahun 2025 mendatang.

“Ada banyak bukti penelitian yang cukup untuk menunjukkan adanya hubungan erat antara keseimbangan jumlah gender dalam satu perusahaan dan kepemimpinan dalam pelaksanaan kerja”, ungkap Avivah Wittenberg-Cox, seorang CEO perusahaan konsultan keaneka ragaman jenis kelamin.

Sedangkan kabar baiknya adalah bahwa untuk menyeimbangkan gender di dalam sebuah perusahaan adalah suatu perkara yang mudah, tapi jarang sekali dilakukan.

Mulai dari melihat data-data ketika adanya perekrutan karyawan atau tenaga kerja baru, retensi serta promosi pada setiap jenjang perusahaan. Kemudian membuat garis grafik sederhana yang menunjukkan jumlah persentase pria dan wanita di setiap level kerja.

Jika pada grafik tersebut terdapat data yang terpisah jauh untuk pekerja baru, itu mungkin terjadi masalah ketika melakukan perekrutan karyawan baru. Akan tetapi jika garis grafiknya sejajar maka itu sudah bisa dipastikan bahwa perusahaan tersebut akan memiliki keseimbangan gender yang baik dan kinerja mereka kemungkinan besar akan sangat bagus ke depannya.

Wittenberg-Cox kembali menyarankan bagaimana cara merekrut, mempertahankan atau mempromosikan seorang karyawan pada setiap jenjang karir mereka dalam sebuah buku barunya. Dan berikut adalah enam tips sederhana direkomendasikan oleh Wiittenberg-Cox untuk mencapai keseimbangan gender dalam setiap perusahaan.

Kelihatannya sederhana, tapi jangan pernah sekali-sekali menyepelekannya.

Karyawan perusahaan yang berusia sekitar 20 tahun

  • Carilah gender yang netral

Maksudnya begini, ketahui terlebih dahulu apakah perusahaan anda itu memang menarik bagi kedua jenis gender (kelamin)? Per;u diketahui bahwa perusahaan yang lebih banyak fokus terhadap perekrutan karyawan wanita akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan akan sulit sekali menemukan seseorang.

Jika anda menemukan masalah pada perekrutan tenaga kerja baru, bisa jadi nanti anda akan memerlukan kerja ekstra untuk memastikan mereka mempunyai citra dan penampilan yang baik. Dan jika karyawan yang ingin anda cari itu masih berusia sekitar 20 tahun-an, pasanglah iklan perekrutan karyawan yang sama-sama menargetkan kedua jenis kelamin.

  • Asah bakat mereka dengan cepat

Kunci untuk mengelola para karyawan yang berusia 20 tahunan adalah bagaimana mengakselerasi para manajer yang berpotensi tinggi secepat mungkin dengan belajar bagaimana mengidentifikasi bakat awal sejak dimulainya perekrutan. Secara tradisional, perusahaan masih akan menunggu karyawan-karyawan yang ada di dalam perusahaan hingga usia 30 tahun untuk mulai mengembangkan individu.

Namun pada kenyataannya, usia 30 tahun adalah saat-saat dimana seorang pria dan wanita akan menjadi orang tua secara utuh dan akan ada banyak dari mereka yang akan berhenti dari karir. Jadi dari pada menunggu, pastikan bahwa karyawan yang berusia 20 tahun mendapatkan bimbingan dengan cepat dan membawanya sampai pada kecepatan di dalam system perusahaan.

Karyawan perusahaan yang berusia sekitar 30 tahun

  • Fleksibel

Ketika seorang karyawan berusia 30 tahun, mempertahankan mereka sudah menjadi permasalahan yang umum terjadi di berbagai perusahaan. Menurut Wittenberg-Cox, bahwa cara terbaik untuk mempertahankan mereka adalah dengan mengadakan program-program promosi jenjang karir.

Sudah berapa banyak perusahaan yang memberikan tawaran dengan iming-iming kebebasan kepada karyawan mereka dari kedua jenis gender yang berusia 30 tahun yang memutuskan untuk menjadi orang tua secara utuh? Sebab, mereka (karyawan usia 30 tahun) masih masuk dalam daftar karyawan yang berpoteni tinggi.

  • Berhenti menggunakan kata “perempuan”

Di dalam perusahaan, di manapun itu, tidak pernah ada kosakata yang melibatkan gender seseorang. Laki-laki dan perempuan adalah sebutan gender, sedangkan dalam kosakata perusahaan hanya ada pria dan wanita. Pria dan wanita bukanlah sebutan dari jenis gender.

Hal ini sangat berpengaruh sekali bagi untuk karyawan-karyawan dengan usia 30 tahun. Alasannya untuk melayani kepentingan jangka panjang dari karyawan berpotensi tinggi, itu jauh lebih berguna untuk membantu mereka membangun jaringan, persahabatan dan koneksi di seluruh organisasi.

Karyawan usia 40 dan 50 tahun

  • Re-accelerate karir (cipatakan kembali peluang untuk berkarir)

Ketika karyawan berada di usia 40-an, itu adalah waktu yang tepat untuk fokus pada kembali mempercepat (mengulang) karir yang mungkin telah sejenak berhenti, kata Wittenberg-Cox. Pastikan bahwa bagian eksekutif yang bertanggung jawab atas promosi karir benar-benar memahami kasus bisnis untuk keseimbangan gender tenaga kerja lebih baik.

  • Ubahlah pertemuan akhir dari permainan bisnis untuk karyawan usia 50 tahun

Usia 50 tahun seringkali menjadi yang terbaik dari karir selama satu decade bagi para karyawan yang sudah benar-benar harus bertanggung jawab sebagai orang tua, sebab anak-anak mereka sudah banyak yang masuk ke perguruan tinggi mungkin, atau malah ada yang sudah kerja.

Jadi bagaimanapun caranya, sepertinya sudah tidak akan ada lagi cara untuk tetap mempertahankan mereka, selain memang sudah tua.

Nah untuk bisa memberikan sesuatu yang berbeda pada karyawan usia 50 tahun, buatlah sebuah akhir pertemuan yang membahagiakan

Sebagai penutupnya, sekiranya sangat perlu sekali bagi setiap perusahaan untuk memikirkan kembali bagaimana mereka mendefinisikan tentang siklus karir. Dengan mempercepat penemuan bakat di awal, memberikan fleksibilitas di tengah dan menciptakan peluang untuk kembali berkarir, perusahaan akan berhasil menciptakan keseimbangan gender di setiap tingkat kerja. (www.harianpost.co.id)

Komentar

Loading...