KamuHarusTau: Cerita Guru Yang Mengajar di Tempat Tertinggi di Dunia

KamuHarusTau: Cerita Guru Yang Mengajar di Tempat Tertinggi di Dunia

213
memuat...

Harianpost.co.id – Tibet, sebuah wilayah yang dikenal sebagai negeri atap dunia karena meman lokasinya yang berada di dataran tinggi dengan rata-rata ketinggian sektiar 4500 meter diatas permukaan laut. Di salah satu puncak tersebut telah berdiri sebuah sekolah dasar yang lokasinya berada di puma, jiantang.

Qimei Ciren
Qimei Ciren

Seperti yang diberitakan dari halaman liputan6, gedung SD itu tepatnya berada di ketinggian 5.373 mdpl, kalian perlu tahu bahwa ketinggian itu sudah setara dengan basecamp terakhir pendaki yang ingin menuju ke puncak everest. Sekolah yang ada di dataran tinggi itu hanya memiliki segelintir guru saja, salah satunya adalah pria yang bernama Qimei Ciren, 37 tahun. Dia tercatat sudah beberapa tahun ini mengajar di SD yang sangat jauh dari keramaian tersebut.

Berhadapan dengan cuaca buruk sudah menjadi makanannya setiap hari akan tetapi Qimei Ciren tidak pernah menyerah untuk bisa mencerdaskan anak-anak yang hidup di daerah terpencil seperti itu. Tak hanya cuaca buruk saja, Qimei Ciren bahkan juga harus menghadapi bahaya hipoksia atau kekurangan oksigen serta artristis dengan suhu tahunan mencapai 5 derajat celcius atau setara dengan 23 derajat Fahrenheit.

Qimei Ciren sudah mengajar di tempat itu selama 5 tahun sedangkan dirinya sudah menjabat sebagai kepala sekolah selama 2 tahun terakhir. Qimei Ciren juga menceritakan pekerjaannya yang bisa dikatakan lebih rumit dari pada guru-guru di tempat lain.

Selain menjadi guru, Qimei Ciren juga sekligus menjadi bapak asrama yang harus membangunkan anak-anak setiap pagi, memastikan murid-muridnya sudah sarapan atau belum, bahkan Qimei Ciren juga mencucikan pakaian murid-muridnya di asrama agar pakaian anak didiknya tetap bersih.

Sedangkan hal tersulit di tempat tersebut adalah sangat minimnya guru yang memiliki kompetensi yang diperlukan oleh sekolah di tempat terpencil itu. Sebab untuk bisa mengajar di tempat seperti itu dan dengan murid-murid yang awam sekali dengan dunia teknologi tentu membutuhkan tingkat kompetensi tinggi. Akan tetapi walaupun Qimei Ciren harus tinggal di tempat yang jauh dari keluarga dan harus berhadapan dengan lingkungan yang bisa membahayakan nyawanya, Qimei Ciren sudah mantap untuk tetap mengajar di tempat itu sebab ia cinta dengan pekerjaannya.

Banyak guru yang meninggalkan sekolah ini. Jika saya pergi, adakah guru lain yang bisa mengajar dan menyayangi siswa-siswa disini?, “tutur Qimei Ciren mengakhiri wawancaranya. (www.harianpost.co.id)

Komentar

Loading...