KamuHarusTau: Demi Kumpulkan Korean Bekas Shalat Id, Nenek Ini Rela Rugi

KamuHarusTau: Demi Kumpulkan Korean Bekas Shalat Id, Nenek Ini Rela Rugi

198
memuat...

Harianpost.co.id – Namanya adalah Mbah Karti (70th), dia mulai memunguti datu persatu koran bekas dari jama’ah shalat Id yang digunakan sebagai alas di lapangan pancasila, kota Salatiga, pada hari Minggu tanggal 25 Juni 2017 beberapa hari lalu. Mbah Karti bahkan rela menyewa dokar guna mengangkut semua tumpukan koran bekas yang baru saja ia kumpulkan yang akan dibawanya tukang rongsokan di daerah Sinoman.

Mbah Karti
Mbah Karti


Iki tak dol kanggo sing golek (ini saya jual bagi yang mencari),” ungkap Mbah Karti dengan raut wajah yang terlihat begitu bahagia. Dilansir dari halaman Tribunnews, nenek lanjut usia itu alamatnya berada di jalan Sinoman, ia menuturkan bahwa biaya sewa dokar itu lebih mahal dari hasil menjual koran bekasnya.

Untuk menyewa dokar tersebut ia harus rela mengeluarkan uang sebesar 60 ribu rupiah, sedangkan hasil dari menjual koran bekas ke tukang rongsokan itu adalah 40 ribu rupiah.⠀”Aku mbayar karo bapake Rp 60 ribu (Saya membayar Rp 60 ribu kepada kusir). Yo wes ben, aku karo sodakoh ( Ya biarin saja, saya sambil bersedekah),” tutur Mbah Karti.

Bukan sebuah masalah bagi mbah karti apabila koran bekas tersebut hanya laku sekitar 40 ribu rupiah sedangkan dirinya harus membayar biaya sewa dokarnya sebesar 60 ribu rupiah. Itu artinya, jika diliat dari kacamata bisnis, jelas mbah karti mengalami kerugian. “Iki engko tak dol 40 ribu rupiah ora popo. Aku karo zakat. (Nanti Saya jual Rp 40 ribu tidak apa-apa). Karo pakne niki gawe tuku rokok (dengan Pak Kusir, untuk membeli rokok). Mumpung lebaran,” tambah mbah Karti.

Bagaimana pendapat kalian? (www.harianpost.co.id)

Komentar

Loading...