KamuHarusTau: Jepang Buat Medali Olimpiade Dari Rongsokan HP

KamuHarusTau: Jepang Buat Medali Olimpiade Dari Rongsokan HP

480
memuat...

Harianpost.co.id – Tokyo sebagai panitia penyelenggara Olimpiade tahun 2020 sudah mulai beraksi untuk mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan pagelaran Olimpiade dan paralimpiade, salah satu persiapannya adalah dengan memproduksi sekitar 5 ribu medali emas, medali perak dan medali perunggu.

Medali dari HP Bekas
Medali dari HP Bekas

Yang membuatnya menjadi unik adalah bahwa semua medali tersebut akan dibuat dari bahan dasar produk elektronik second alias produk bekas, termasuk barang bekas telepon seluler. Bagi kalian mungkin sebagian masih ada yang belum tahu apa sih Paralimpiade itu? Paralimpiade adalah sebuah pertandingan olah raga dengan berbagai macam nomor untuk atlet yang mempunyai cacat fisik, mental dan cacat sensorial.

Cacar tersebut mencakup ketidakmampuan seseorang dalam mobilitas, cacat yang disebabkan karena amputasi bagian organ tubuh tertentu, atau gangguan penglihatan. Tak ketinggalan juga para penderita cerebral palsy.

Celebral Palsy merupakan gangguan yang terjadi pada sekitar otot, gangguan gerakan yang disebabkan karena pernah mengalami cedera atau mungkin perkembangan abnormal di otak yang sering terjadi sebelum lahir atau masih dalam kandungan.

Proyek untuk membuat medali unik inipun akhirnya menjadi ujian tersendiri bagi pemerintahan Jepang dan mereka mulai sekarang sudah bahu-membahu untuk mensukseskan pesta olah raga terbesar di dunia tersebut. “Kami menargetkan tingkat daur ulang 100 persen, demi menghormati lingkungan dengan menggunakan logam bekas dalam pembuatan medali,” tutur perwakilan panitia penyelenggara  yang dikutip dari laman Tokyo2020.”Semuanya dilakukan dengan menggunakan keahlian teknologi Jepang.”

Sebenarnya, ide untuk melakukan daur ulang barang bekas untuk membuat medali Olimpiade ini bukanlah yang pertama kalinya, dulu sudah pernah dilakukan hal yang sama. Akan tetapi bagi warga Jepang Khususnya Tokyo, hal ini merupakan yang pertama kali mereka lakukan dan panitia juga secara langsung melibatkan warga untuk mengumpulkan barang-barang bekas termasuk ponsel yang sudah tidak bisa digunakan lagi. (www.harianpost.co.id)

Komentar

Loading...