Dampak Operasi Katarak Positif dan Negatif

Dampak Operasi Katarak Positif dan Negatif

376
memuat...
Dampak Operasi Katarak Positif dan Negatif
Dampak Operasi Katarak Positif dan Negatif

Harianpost.co.id – Katakan merupakan salah satu gangguan kelainan pada mata yang mana lensa mata terlihat keruh dan hal itu menjadi penyebab cahaya tidak mampur menembus ke dalam hingga membuat penderitanya tidak bisa melihat. Tingkat keburaman penderita katarak ini berbeda-beda, ada yang buram sedikit bahkan ada yang buram total hingga tak mampu melihat apa-apa. Di indonesia penderita katarak ini pada umumnya di alami oleh mereka yang berusia lanjut sekitar usia 40 sampai 50an. Namun begitu katarak juga bisa dialami oleh mereka yang masih berusia muda.

Penanganan yang sering dilakukan untuk penderita katarak ini rata-rata adalah operasi. Dengan operasi itu selaput yang menutupi mata akan diambil atau dihapus dan akan diganti dengan lensa intraokuler. Lensa intraokular ini adalah lensa buatan yang berfungsi untuk memperjelas penglihatan seseorang. Sebenarnya masih ada lagi cara mengatasi katarak, akan tetapi rata-rata dokter akan selalu menganjurkan operasi sebagai cara terbaik mengatasi katarak. Meskipun dikatakan cara yang terbaik, akan tetapi operasi katarak ini bukan tanpa resiko atau tanpa efek samping. Operasi katarak memiliki dampak positif dan negatifnya.

Dampak Positif Operasi Katarak

Penglihatan Membaik

Dampak positif pertama pada operasi katarak adalah penglihatan tentu akan semakin membaik. Selalu ada perbedaan yang signifikan setelah dilakukan operasi katarak, secara teknis operasi katarak ini sangat sederhana sekali dan prosesnya juga sangat cepat, waktu operasi yang dibutuhkan dari operasi katarak ini tidak lebih dari 1 jam. Walapun mata tidak bisa normal seperti sediakala, akan tetapi penglihatan akan menjadi jauh lebih baik.

Waktu Pemulihan yang Singkat

Pasca operasi katarak, penderita tidak membutuhkan waktu yang lama untuk pemulihannya sebab operasi katarak merupakan operasi yang sangat sederhana sekali meskipun resikonya besar jika terjadi kesalahan. Jika operasi tersebut dilakukan pada pagi hari, maka pada sore hari pasien sudah boleh pulang. Setelah itupun pasien juga tidak membutuhkan waktu lama untuk istirahat, pasien hanya butuh kira-kira 3 minggu saja untuk beristirahat pasca operasi.

Operasi Katarak Berisiko Rendah

Kita perlu tahu bahwa tingkat keberhasilan operasi katarak ini sudah terbukti akan berhasil 90 persen, artinya kegagalan operasi katarak ini kesempatannya kecil sekali. Jika dokter yang melakukan operasi tersebut bukanlah dokter ahli sekalipun, operasi akan tetap berhasil. Jadi penderita katarak tidak perlu khawatir operasinya akan gagal akan tetapi harus mempercayakannya pada dokter yang ahli atau dokter spesialis.

Dampak Negatif Operasi Katarak

Infeksi dan Pendarahan

Operasi katarak kemungkinan akan menimbulkan terjadinya infeksi meskipun hal ini bukanlah hal yang wajar. Terjadinya infeksi ini kemungkinan besar adalah karena kelalaian dokter ketika melakukan proses strerilisasi, sebab area mata itu adalah area yang sangat sensitif sekali sehingga setiap alat yang digunakan harus benar-benar bersih.

Glaukoma

Glaukoma ini merupakan salah satu jenis gangguan penglihatan yang mana disebabkan karena kerusakan saraf optik. Terjadinya glaukoma ini salah satu penyebabnya adalah operasi katarak, hal itu bisa terjadi jika operasi katarak tidak melalui proses pengeringan mata secara alami.

Ablasio Retina Mata

Terjadinya ablasio retina mata bisa terjadi pada mereka yang melakukan operasi katarak bahkan walaupun mereka sudah menjalani operasi dengan metode laser. Gejala abalasio retina mata ini biasanya ditandai dengan lepasnya retnia sensoris dari epitel pigmen retina. Ablasio retina mata ini harus diwaspadai oleh mereka yag melakukan operasi katarak.

Sindrom Pasca Operasi

Ada beberapa kejadian yang sering dialami oleh penderita katarak pasca melakukan operasi katarak. Seperti contohnya ketidaknyamanan dalam melakukan aktivitas, sebab setelah menjalani operasi katarak ini pasien wajib membatasi diri melakukan aktivitas yang berhubungan dengan cahaya. Pasien tidak boleh terlalu sering terkena cahaya yang sangat terang, selain itu pasien biasanya juga diharuskan sering memakai kacamata terlebih lagi selama proses penyembuhan. (www.harianpost.co.id)

Komentar