Tahukah Kamu? Ini Alasan Seorang Suami Tega Bunuh Istrinya Sendiri

Tahukah Kamu? Ini Alasan Seorang Suami Tega Bunuh Istrinya Sendiri

122
memuat...
Alasan Seorang Suami Tega Bunuh Istrinya Sendiri
Alasan Seorang Suami Tega Bunuh Istrinya Sendiri

Harianpost.co.id – Belakangan ini masih ramai perbincangan soal kematian dokter Letty Sultri yang telah tewas akibat di berondong peluru oleh suaminya sendiri. Kejadian tersebut menambah daftar kematian istri yang tewas di tangan suaminya sendiri.

Setelah dilakukan penelitian, ternyata pengalaman buruk ketika masa kanak-kanak menjadi secuil penyebab seorang suami tega melakukan tindakan uxoricide. Dari laporan yang didapatkan dari salah satu penulis bukuDavid Adams (2009), pengalaman menjadi korban pelecehan ketika masih kecil menyebabkan seorang pria terdorong untuk menjadi pelaku kekerasan di dalam rumah tangga ketika sudah dewasa.

Dalam kasus kematian Dr. Letty tersebut, tergambar jelas bahwa kekerasan adalah bentuk adaptasi diri yang tidak disadari dan dipicu oleh trauma masa kanak-kanak serta pengalaman-pengalaman buruk yang lainnya.

Menurut Aaron Ben-Zeev di dalam artikelnya yang berjudul Why Do (Some) Men Murder the Wives They Love? telah mengungkapkan bahwa rata-rata pria yang tega membunuh istrinya sendiri memiliki dua alasan besar dalam diri mereka.

Yang pertama, pembunuhan itu berawal dari sifat posesit maskulin yang terkontaminasi oleh kecemburuan serta kemarahan, dua emosi inilah yang menjadi pemicnya. Yang kedua adalah klimaks dari segala riwayat kekerasan yang pernah mereka rasakan.

Biasanya, kata-kata perpisahan dari seorang istri bisa menjadi penyulut api kemarahan, sebab dianggap sebagai ancaman yang terasa sangat menekan di hati suami. Selain dua alasan diatas, ada beberapa hal yang juga ikut menjado pendorong seorang suami tega menghabisi istrinya sendiri, diantaranya adalah rasa bahwa seorang istri adalah dunia laki-laki, jadi ketika istri mengatakan ingin pisah maka itu artinya pria juga akan kehilangan identitas dirinya sendiri.

Selanjutnya adalah perasaan bahwa seorang pria memiliki kekuatan, kehormatan dan control dalam kehidupan rumah tangga tapi sering bertentangan dengan realita yang ada. Jadi ketika mereka tergantung pada istri (terutama dalam hal ekonomi) adalah sebuah kelemahan dan juga penghinaan untuk keormatan mereka. (www.harianpost.co.id)

Komentar

Loading...