Bayi Sakit Tidak Punya KIS Ditolak Puskesmas dan Meninggal Dunia

Bayi Sakit Tidak Punya KIS Ditolak Puskesmas dan Meninggal Dunia

335
memuat...
Bayi ditelantkarkan petugas puskesmas dan akhirnya meninggal dunia
Bayi ditelantkarkan petugas puskesmas dan akhirnya meninggal dunia

Harianpost.co.id – Bayi mungil nan lucu itu bernama Icha Selfia yang masih berusia tujuh bulan, lahir di desa Sidomulyo Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes Jawa tengah telah dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 10 Desember 2017 tepatnya pada hari Minggu. Nyawa bayi mungil tersebut tidak bisa ditolong lagi dan meninggal dunia karena tidak mendapatkan penanganan medis dengan baik dari piak puskesmas setempat, alasan ditolaknya bayi tersebut sungguh membuat hati miris, hanya gara-gara administrasinya tidak lengkap.

Emiti, ibu bayi tersebut mengatakan bahwa anak terakhirnya itu sudah mulai merasakan sakit sejak hari Jumat malam tanggal 8 Desember 2017, Icha Selfia mengalami gejala muntah dan berak secara terus-menerus.  Dan malam itu juga Icha Selfia langsug dilarikan ke tukang urut tidak jauh dari rumah Emiti. Akan tetapi tukang pijat bayi itu menyarankan untuk dibawa ke puskesmas Sidamulya.

Karena waktu sudah terlalu malam, akhirnya Emiti memutuskan untuk membawa anaknya ke puskesmas keesokan harinya dengan berjalan kaki. Jarak rumah Emiti dengan puskesmas tersebut kira-kira sekitar 1,5 kilometer. Sayangnya, sesampainya di puskesmas, bukannya langsung mendapatkan penanganan terlebih dahulu tapi justru ditelantarkan begitu saja karena tidak memiliki administrasi yang lengkap.

“Saya tidak dilayani sama sekali di sana. Padahal saat itu ada tiga petugas puskesmas,” ujar Emiti. Karena ditelantarkan tersebut Emiti merasa kecewa dengan pelayanan puskesmas yang seharusnya mendahulukan untuk menyelamatkan nyawa seseorang tapi malah memnetingkan administrasi terlebih dahulu. “Memang saya akui dari keluarga miskin, tapi enggak seharusnya mendapat perlakuan seperti ini,” lanjut Emiiti.

Dari pengakuan Emiti, alasan penolakan  puskesmas saat itu karena dirinya tidak membawa Kartu Indonesia Sehat (KIS) atas nama anaknya, dia hanya membawa kartu jaminan kesehatan miliknya sendiri. “Anak saya kan belum punya KIS karena masih bayi. Saya bawa KTP sama Jamkesmas punya saya,” imbuh Emiti.

Karena sudah dietelantarkan akhirnya Emiti berinisiatif untuk membeli obat seadanya di warung terdekat dan terus memberikan ASI agar perutnya tidak kosong. Namun malang, keesokan harinya lagi tepatnya pada hari Minggu itulah nyawa Icha Selfia sudah tidak bisa lagi diselamatkan karena tidak ada penanganan dari pihak medis.

Di tempat lain, kepala dinas kesehatan kota Brebes kabarnya sudah menerima kasus tersbut dan akan menindak lanjuti lebi jauh lagi. Dia berjanji akan menindak tegas para petugas puskesmas yang sudah menelantarkan pasiennya. “Kami akan cek dulu kasus ini. Kalau sanksi pasti adalah nanti,” ujar Sri Gunadi Parwoko. Kepala Dinas kesehatan juga langsung memanggil kepala puskesmas tesrebut untuk memberikan klarifikasi serta memberikan penjelasan tentang apa yang terjadi sebenarnya.

Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi instansi kesehatan lainnya bahwa keberadaan mereka di tengah-tengah masyarakat adalah untuk menolong, bukan semata-mata untuk mencari uang saja. Sebab kesehatan warga itu lebih penting dari pada administrasi. (www.harianpost.co.id)

Komentar

Loading...